BANJARMASIN - Wabah virus corona menyebar dari Wuhan, Tiongkok. Penularannya sudah masuk Malaysia, Singapura, bahkan Australia.
DPRD Kalsel mengimbau semua stake holder di daerah untuk waspada. Mengantisipasi virus ini jangan masuk ke Banua.
Imbauan dewan ini cukup beralasan. Di Kalsel juga ada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasal dari Tiongkok. Apalagi wabah ini sudah menjadi darurat internasional. “Pemerintah daerah harus waspada dan antisipasi penyebaran virus corona,” kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, M Lutfi Syaifuddin.
Anggota Fraksi Gerindra ini menyebut salah satu yang bisa dilakukan pemerintah daerah adalah dengan memantau pintu-pintu masuk para TKA. “Preventif memantau pintu masuk pekerja asing, terutama di bandar udara dan pelabuhan,” sarannya.
Lutfi berharap alat thermal scanner atau pemindai suhu tubuh yang ada di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarbaru dapat berfungsi dengan baik. Mengecek kondisi kesehatan pendatang. Segera melakukan karantina untuk mencegah penyebarannya. “Kita juga perlu sosialisasikan kepada masyarakat bagaimana sebetulnya virus corona ini. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, kemudian mengambil kesimpulan sendiri karena tidak mengerti,” sarannya.
Lutfi juga berharap Kedutaan Indonesia di Tiongkok memberikan perhatian khusus terhadap mahasiswa asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana. “Karena ini kewenangan KBRI, pastinya kedutaan di sana harus sudah mengantisipasi itu,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Muslim mengatakan sejak ramai pemberitaan tentang virus corona, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya antisipasi. Tentu dibantu dengan semua pihak. Mulai dari memantau warga asing yang masuk ke Kalsel, hingga penanganannya. “Sudah kami lakukan koordinasi lintas sektor,” jelasnya.
Meski Kalsel bukan pintu masuk langsung, instruksi Gubernur Kalsel tetap waspada terhadap warga asing yang datang. Baik di bandara dan pelabuhan. Alat pengukur suhu tubuh yang ada di bandara telah diaktifkan. “Masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena pemerintah daerah sudah melakukan pencegahan. Insya Allah kita berdoa, mudahan jangan sampai terjadi,” harapnya.(gmp/az/dye)
Editor : izak-Indra Zakaria