Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Benahi Rest Area Desa Purut Jelang Haul Guru Sekumpul

berry-Beri Mardiansyah • Sabtu, 1 Februari 2020 - 12:50 WIB
GOTONG ROYONG: Warga Desa Purut Kecamatan Bungur membenahi rest area untuk jemaah haul Guru Sekumpul.| Foto: Rasidi Fadli / Radar Banjarmasin
GOTONG ROYONG: Warga Desa Purut Kecamatan Bungur membenahi rest area untuk jemaah haul Guru Sekumpul.| Foto: Rasidi Fadli / Radar Banjarmasin

RANTAU – Ribuan jemaah Haul Guru Sekumpul akan melintas di Tapin. Di Desa Purut, warga bergotong royong sejak beberapa hari lalu membangunkan tempat peristirahatan untuk para jemaah yang nantinya kecapekan di jalan. Rest area tersebut berada A Yani Km 108 Kecamatan Bungur. Kalau menuju Martapura, posisinya 5 kilometer dari kota Rantau.

Saat gotong royong, ada yang sibuk meratakan tanah kuning dengan cangkul. Ada yang sibuk membuat tempat buang air besar dan kecil. Ada pula menyiapkan peralatan pendukung lainnya. "Semua di sini dikerjakan dengan swadaya masyarakat," ungkap Ketua Panitia Rest Area Desa Purut, Al-Amin.

Dijelaskan Al-Amin, warga Desa Purut sebenarnya sudah menyiapkan rest area sejak tiga bulan lalu. Bahkan telah membuat MCK hasil dari urunan warga. "Ada 6 MCK permanen yang dibangun. Semua hasil sumbangan dari masyarakat. Baik itu dalam bentuk uang, dalam bentuk material, dan lain-lain," ucapnya.

Pengalaman tahun sebelumnya, banyak jemaah yang singgah di situ. Namun, kondisi rest area masih seadanya. Bahkan membuat macet. Kali ini dipersiapkan lebih matang. Termasuk menyediakan tempat parkir khusus. "Luas lahan parkir ada 3 borongan. Bisa menampung 20 mobil, dan 100 lebih motor," jelasnya.

Diceritakan Al-Amin, waktu pertama membuka rest area, terkumpul Rp2 juta. Belum puncak haul, sudah habis dananya untuk beli konsumsi. Namun, masyarakat langsung peka. "Ada yang menyumbangkan beras, ada uang, ada juga makanan, maupun lain-lain. Kalau dihitung-hitung bisa sampai Rp30 jutaan," ceritanya.

Untuk tahun ini, pihaknya mendapatkan berbagai bantuan. Satu ekor sapi, beras 16 karung, serta uang hasil urunan sebanyak Rp7 juta. Bahannya diolah untuk dikonsumsi gratis. "Semua ini sumbangan sukarela dari masyarakat," tuturnya.

Pelaksana Lapangan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tapin, Mustafa menjelaskan bahwa data sementara rest area di Tapin ada 31 lokasi. "Kemungkinan akan bertambah lagi hingga puncak haul," tuntasnya.(dly/yn/dye)

Editor : berry-Beri Mardiansyah
#Banua Haul Guru Sekumpul ke-14 #haul guru sekumpul