Jangan membayangkan program bayi tabung biayanya sampai ratusan juta rupiah. Dari proses awal sampai bisa hamil, biayanya masih terjangkau, sekitar lima puluh juta rupiah. Bayar pun bisa dicicil. Kalau beruntung, sekali program bisa langsung hamil.
----
Meski program bayi tabung sudah populer dan dikenal sebagai pengobatan medis untuk pasangan yang belum memiliki anak, namun masih banyak pasangan yang ragu untuk mencobanya.
Alasannya hanya satu, dihantui biaya yang sangat mahal. Asumsi yang berkembang selama ini program bayi tabung bisa mencapai ratusan juta rupiah. Itu pun belum tentu sekali program langsung berhasil.
Faktanya, program pembuahan embrio dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar rahim ini masih bisa terjangkau. Tentu saja kalau dibandingkan dengan keinginan untuk memiliki anak, maka biaya yang harus dikeluarkan masih bisa dijangkau.
Angkanya mungkin masih puluhan juta, tapi tak lebih dari seratus juta. “Biayanya Rp50 juta sampai Rp60 juta dari proses awal sampai pembuahan. Itu tak termasuk saat kehamilan,” jelas dr Aucky Hinting Sp.And, PhD. Tak terasa berat dan mahal karena biaya sebesar itu masih bisa dicicil dengan skema kredit.
Memang program ini memerlukan dana hingga jutaan rupiah karena melibatkan banyak dokter ahli dan perlu penanganan khusus. Maka terasa pantas saja bagi pasangan yang harus berkorban mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan buah hati.
Kisah pasangan yang mendapatkan anak melalui program bayi tabung bersama dr Aucky Hinting SpAnd inilah yang dirangkum dalam buku berjudul “Mimpi yang Sempurna.” Ada banyak pasangan yang dulunya sulit memiliki anak dan pasrah atas takdir yang mereka terima.
Tapi, harapan dan semangat mereka kembali muncul setelah bertemu dengan dokter Aucky Hinting. Seperti yang diceritakan Sujanani, salah satu pasien dokter Aucky yang divonis tak bisa hamil berdasarkan pemeriksaan medis sebelumnya.
“Waktu diperiksa medis saya dikatan tak bisa hamil. Itu membuat saya menyerah untuk bisa punya anak. Tapi ketika bertemu dokter Aucky, beliau memberikan harapan. Bagi saya, dokter Aucky ibarat malaikat yang dikirim Tuhan untuk mengabulkan impian saya yang mustahil itu,” kata Sujanani.
Cerita Sujanani ini akan dikisahkan langsung oleh dokter Aucky bersama koleganya dokter Ashon pada hari Minggu, tanggal 16 Februari nanti di Best Western Kindai Hotel Banjarmasin.
Dokter Aucky bersama dokter Ashon akan menceritakan bagaimana program bayi tabung dan peluang serta pembiayaannya. Dokter Aucky menjelaskan, bayi tabung atau bayi TIVF, atau In Vitro Fertilization, adalah teknik untuk pengobatan infertilitas.
Metodenya adalah sebuah sel telur difertilisasi atau dibuahi oleh sel sperma di luar tubuh atau in vitro. Hasil embrio kemudian ditanamkan ke dalam uterus dengan tujuan untuk menghasilkan kehamilan. Proses ini dilakukan oleh pasangan yang kesulitan memiliki anak.
“Program ini dilakukan karena istri atau suami bermasalah. Seperti saluran telur yang buntu. Atau jumlah, gerak, dan bentuk sperma tak sempurna. Bisa juga tak ada spermatozoa di cairan semen. Bisa juga indikasi infertilitas yang tak dapat dijelaskan, termasuk juga karena tak bisa hamil dengan pengobatan lain, termasuk inseminasi intra uterin (IUI),” jelas dokter Aucky.
Untuk prosedur tindakan yang dilakukan, dokter Aucky menjelaskan bahwa tindakan dimulai dari stimulasi ovarium yang dilakukan pada hari ke-3 menstruasi. Selama stimulasi ovarium, pasien akan mendapatkan injeksi setiap hari selama 7 sampai 12 hari.
Setelah itu dilakukan pemeriksaan ultrasound dan pemeriksaan darah untuk memeriksa respon ovarium. Jika ukuran folikel mencapai optimum, maka akan dilakukan suntikan terakhir, 35-37 jam, kemudian dilakukan pengambilan sel telur.
Saat hari pengambilan sel telur, suami akan diambil spermanya melalui masturbasi. Setelah itu fertilasi akan dilakukan bisa dengan konvensional in vitro fertilization atau dengan intra cyptoplasmic sperm injection (ICSI).
“Embrio akan ditanamkan ke dalam uterus 2 sampai 5 hari kemudian. Jumlah embrio yang akan ditanam didiskusikan dengan dokter. Sisa embrio dengan kualitas yang bagus akan dibekukan untuk bisa digunakan kemudian hari,” jelas penyuka seni lukis ini.
Setelah penanaman embrio, diteruskan pengobatan yang telah diberikan dokter. Tes kehamilan melalui pemeriksaan darah dilakukan 15 hari setelah pengambilan sel telur. “Seluruh prosedur akan selesai dalam waktu 28 hari,” tambahnya.
Lalu, berapa biayanya semua proses bayi tabung ini? Ternyata tak terlalu mahal. “Total keseluruhan biaya sekitar Rp50 juta sampai Rp60 juta. Kalau nggak mampu bisa dicicil dengan model kredit,” jelas dr Aucky. Untuk tingkat keberhasilan program ini tergantung usia pasien. Semakin muda maka peluangnya juga semakin besar.
Untuk mengetahui bagaimana program bayi tabung dan pembiayaannya, bisa hadir dalam acara Bedah Buku; Mimpi yang Sempurna. Pada hari Minggu, tanggal 16 Februari 2020.
“Saya akan ceritakan pengalaman pasien saya yang sudah banyak berhasil. Saya juga akan memberikan gambaran dan penjelasan seperti apa program bayi tabung,” kata dr Aucky.
Ditambahkan dr Aucky, banyak orang beranggapan bahwa program bayi tabung biayanya sangat mahal. Tapi, dr Aucky akan memberikan solusi atas pembiayaan yang dinilai mahal bagi sebagian orang.
“Program bayi tabung melibatkan banyak dokter ahli. Sulit dan rumit, tapi masih bisa dijangkau. Oleh siapapun, bagi yang menilai bahwa anak lebih penting dan berharga dari uang,” kata dr Aucky yang menjadi pembicara utama dalam bedah buku ini. Anda yang berminat bisa mengikuti dan mendaftar pada panitia melalui CP 085245893351. (tof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin