Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Prediksi Hujan Saat Haulan, Hari Ini Puncak Kedatangan

berry-Beri Mardiansyah • Sabtu, 29 Februari 2020 - 17:00 WIB
SUDAH PADAT: Suasana menjelang salat Jumat (28/1) kemarin di Masjid Syiarus Sholihin, Jln A Yani Martapura. Jemaah meluber di sepanjang Jalan Sekumpul depan sampai jembatan irigasi, sebagian besar merupakan rombongan jemaah haul Abah Guru Sekumpul ke-15 y
SUDAH PADAT: Suasana menjelang salat Jumat (28/1) kemarin di Masjid Syiarus Sholihin, Jln A Yani Martapura. Jemaah meluber di sepanjang Jalan Sekumpul depan sampai jembatan irigasi, sebagian besar merupakan rombongan jemaah haul Abah Guru Sekumpul ke-15 y

MARTAPURA - Masyarakat yang ingin menghadiri haul ke-15 Guru Sekumpul, disarankan untuk membawa perlengkapan pelindung hujan. Seperti payung atau ponco. Pasalnya, Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor memprediksi kawasan Martapura kemungkinan diguyur hujan pada puncak haul, Minggu (1/3) besok.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra mengatakan, selain pada hari puncak, hujan juga diperkirakan turun pada hari pertama haul di Kubah Guru Sekumpul pada Sabtu (29/2) malam ini.

"Prediksi hujan berdasarkan unsur-unsur cuaca dan fenomena cuaca dalam skala global, regional serta lokal yang sudah kami pantau," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, hujan diperkirakan terjadi sepanjang hari di kawasan Martapura pada Sabtu (29/2) dan Minggu (1/3). Yakni, dari pagi hingga malam hari. "Pagi kemungkinan hujan lokal. Lalu, siang hujan sedang. Dan malam, hujan lokal lagi," ungkapnya.

Menurutnya, tingginya potensi hujan di Martapura dan sekitarnya, dikarenakan wilayah Kalsel masih berada di musim penghujan. "Iya, jadi kemungkinan hujan tidak hanya mengguyur Martapura. Tapi juga beberapa wilayah lain di Kalsel," ujarnya.

Sementara itu, jika nanti hujan benar-benar turun saat haul berlangsung, perwakilan kerabat Guru Sekumpul, Fauzan Asniah meminta agar masyarakat tak perlu khawatir. Sebab, relawan telah memasang ribuan tenda di sekitar lokasi.

"Untuk mengantisipasi hujan dan banjir,  tenda-tenda darurat sudah terpasang agar jemaah tidak kehujanan,” ungkapnya.

Disampaikannya, tenda-tenda tersebut sudah terpasang di sekitar kawasan tempat haul sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan warga juga berpartisipasi memasangnya.

“Mudah-mudahan tidak hujan, ribuan tenda sudah dipasang, makanya kalau tenda di Martapura habis semua, ya karena disewa semua,” pungkasnya.

Hari Ini Puncak Kedatangan

Ribuan Jemaah Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul memadati Sekumpul depan dan meluber melewati persimpangan Jembatan Irigasi. Tumpah ruah Jemaah itu dalam kegiatan Salat Jumat berjemaah, kemarin. Mereka berdesakan di bawah terik matahari dengan satu komando dari Masjid Syiarus Sholihin atau biasa disebut Mesjid Pancasila, Sekumpul depan.

Kepadatan Jemaah juga terpantau sampai ke Jalan Taisir, satu blok terpisah dari Jalan Sekumpul depan. Itu pun masih banyak jemaah yang tidak kebagian tempat meletakkan alas salat di atas jalan.

Jemaah yang salat Jumat di masjid ini kemarin adalah rombongan yang lebih awal datang dan menempati kantong-kantong penginapan sekitar Sekumpul.

Setelah usai salat Jumat, arus lalu lintas makin padat. Kendaraan roda empat sangat dibatasi ke luar masuk Kawasan Sekumpul, kecuali mobil-mobil relawan dan kendaraan yang ingin memasuki Kawasan parkir. Sejak Jumat (28/2) dini hari, hampir semua kantong parkir di Sektor Alaban terisi. Daya tampung parkir paling dekat dengan kubah itu sekitar seribu roda empat.

Untuk bus, diarahkan ke Pusat Perbelanjaan Sekumpul. Kalau terisi penuh, baru dimasukkan ke Stadiun Mini Barakat. Sebelum puncak Haul yaitu tanggal 1 Maret 2020, kantong Parkir Purnama masih dibuka untuk umum. Beda perlakuan untuk hari H, seluruh lahan parkir VIP harus steril dari kendaraan selain tamu-tamu berstiker khusus.

Sepanjang Jalan Sekumpul mulai dijaga oleh relawan. Diterapkan sistem buka tutup. Bahkan, Kompleks Ar Raudah Sekumpul sejak Kamis (27/2) ditutup untuk roda 4. Hanya pejalan kaki yang diizinkan melintas melaksanakan ziarah ke kubah Abah Guru Sekumpul sebelum dilarang selama 4 hari oleh Posko Induk Sekumpul.

Di tempat terpisah, Bupati Banjar H Khalilurrahman bersama Forkopimda Banjar mulai mengunjungi beberapa titik penting pelayanan haul. Dimulai dari Ar Raudah Sekumpul, Dapur Hijrah, Simpang 4 AZ Sekumpul dan menyaksikan pembuatan rumah sakit lapangan. Kemudian memastikan kesigapan dermaga evakuasi di Posko Pintu Air Bersatu. Pengecekan kesiapan berakhir di Posko Terpadu, Sekumpul depan.

Bupati Banjar H Khalilurrahman berharap, puncak kedatangan Jemaah pada Hari Sabtu siang berjalan lancar. Menempati lahan parkir yang telah ada. Kemudian mengikuti seluruh panduan petugas. Duduk di mana pun nilainya sama yang penting menghadiri haul. Dirinya sendiri sering hadir di beberapa kegiatan haul, dan memilih duduk di jalan.

“Saya minta Jemaah mengamankan barang bawaan. Tidak buang sampah sembarangan dan diusahakan bawa botol minuman sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Chairunisa, seorang jemaah yang datang dari Pekalongan mengaku datang ke Haul Abah Guru Sekumpul setelah mendengar banyak cerita dari orang-orang yang pernah hadir. Betapa dahsyatnya suasana haul Sekumpul. "Kalau di daerah saya, ramainya paling seharian. Setelah itu, sudah, normal seperti biasa," ceritanya seusai tiba di Bandara Syamsudin Noor, Rabu (26/2) malam.

Sehingga, ia pun akhirnya mulai merasakan, betapa ramai dan penuh orang yang ingin datang ke Sekumpul, semenjak dia mencoba memesan kamar hotel terdekat dengan lokasi acara. Tidak satupun yang tersedia, semua sudah full booked. Sempat ingin membatalkan berangkat, karena tidak tahu harus menginap di mana. “Beruntung ada teman yang punya keluarga di Gang Mahabbah, Sekumpul,” ujar Nisa yang juga mengajak saudaranya Ema dari Jakarta, untuk ikut datang ke haul. (ris/mam/ram/by/bin)

Editor : berry-Beri Mardiansyah
#haul guru sekumpul