Dalam sepekan terakhir, warga Banua sedang diramaikan dengan salah satu video viral seorang ayah dan anak balitanya yang membahas tentang pentingnya berada di rumah selama Covid-19 mewabah. Video yang tersebar di pelbagai media sosial ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat di tengah pandemi virus corona.
-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --
Seorang ayah yang ada di video tersebut adalah Syaukani Chandrawinata. Pria berusia 29 tahun ini merupakan warga Banjarbaru. Sedangkan si balita merupakan anaknya yang baru berusia 19 bulan, bernama Fatimah Az-Zahra.
Video mereka jadi viral lantaran masyarakat tertarik dengan tingkah lucu Fatimah. Meski kata-kata dalam ocehannya tidak bisa dimengerti, namun ayahnya: Syaukani mengarahkan seolah-olah anaknya tersebut menentang imbauan pemerintah agar berada di rumah saja di tengah pandemi corona.
Radar Banjarmasin, kemarin (5/4) sengaja mendatangi keluarga kecil ini di kediamannya di Kompleks Cempaka Sari, Banjarbaru. Di rumah itu, mereka tinggal bertiga. Yakni, Syaukani bersama anaknya; Fatimah, serta istrinya; Diah Asmawati, 26.
Mereka sangat ramah menyambut wartawan koran ini. Sampai-sampai Syaukani rela pergi ke warung membeli cemilan dan kopi untuk menemani berbincang-bincang.
Di awal perbincangan, ayah satu putri ini mengaku tak menyangka videonya bersama anaknya bisa terviralkan. "Bahkan sampai diputar televisi nasional," katanya.
Dia mengungkapkan, awalnya video itu hanya diunggahnya ke akun media sosial pribadinya. Seperti, Facebook dan Instagram. Hanya dalam beberapa jam, langsung banyak yang menanggapi dan ikut membagikan. "Keluarga-keluarga saya ikut membagikan. Lalu teman medsos mereka juga membagikan. Ya, jadinya viral," ungkapnya.
Syaukani sendiri mengaku terinspirasi membuat video karena melihat banyaknya orang yang bosan berada di rumah. Sementara pemerintah meminta agar masyarakat tetap di rumah, guna memutus mata rantai penularan wabah corona. "Setelah (video) jadi. Iseng saya unggah ke media sosial," bebernya.
Menurutnya, video mereka jadi viral lantaran banyak yang suka dan gemas melihat tingkah dan celotehan anaknya yang selalu menjawab dirinya ketika diberi pengertian. “Sebelum membuat video dia (Fatimah) tidak pernah diajarin. Karena memang kebiasaannya ikut berceloteh kalau diajak ngobrol,” ujarnya.
Terkait pandemi corona saat ini, Syaukani berpendapat bahwa semua masyarakat dan pihak terkait harus berbagi tugas. "Misal tenaga kesehatan berupaya menyembuhkan, pemerintah berupaya menstabilkan, dan kita sebagai masyarakat berupaya mentaati aturan," pungkasnya. (ris/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin