BANJARBARU - Sejak menerima alat rapid test (tes cepat) dari Pemprov Provinsi Kalsel beberapa waktu lalu. Hingga kini, Pemko Banjarbaru telah menggunakan ratusan alat pendeteksi dini Covid-19.
Dari paparan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, bahwa total alat rapid test yang telah digunakan mencapai 330 buah. "Kota Banjarbaru menerima sejumlah 400 buah dari pihak Provinsi."
Lanjutnya, dari total 330 buah yang telah digunakan. Sejauh ini, Dinkes terangnya memperoleh data bahwa dari semua yang dites cenderung menunjukkan hasil yang non reaktif (tidak terpapar virus).
"Jadi setelah kita lakukan tes (rapid test) terhadap 330 orang. Yang menunjukkan reaktif ada 45 orang sementara yang non reaktif jumlahnya mencapai 269 dan sisanya ada yang invalid sebanyak 16 orang," informasinya.
Dengan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa 269 orang yang semula terindikasi Covid-19 baik berstatus ODP atau PDP dipastikan negatif dari virus menular ini. Sementara 16 yang invalid akan dilakukan tes ulang lagi.
Lalu bagaimana dengan 45 orang yang menunjukkan reaktif dari hasil rapid test. Mirza mengatakan jika beberapa di antaranya juga dinyatakan negatif terpapar Covid-19.
"Dari 45 yang reaktif ini sudah kita ambil tes swabnya, beberapa di antara negatif (covid-19) dan beberapa lainnya kita masih menunggu hasil lab, karena ini terus berproses," jelasnya.
Ke depannya, rapid test yang tersisa tegas Mirza bakal digunakan dalam waktu dekat. Kategori orang yang akan di-rapid test sendiri secara umumnya adalah mereka yang terindikasi Covid-19 maupun yang pernah kontak langsung dengan wilayah terpapar maupun pasien positif. (rvn/ij/bin)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin