RANTAU – Rapid test digelar di dua pasar di Kabupaten Tapin. Pedagang dan pengunjung menjadi sasaran. Masing-masing mengambil sampel 100 orang, di Pasar Keraton Rantau dan Pasar Binuang. Petugas yang melakukan rapid dari Puskesmas setempat.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tapin, Alfian Yusuf memberitahukan bahwa tidak semua pedagang yang menjalani rapid test. Hanya diambil sampel, sebanyak 100 orang.
"Untuk rapid test kita utamakan daerah yang orang dalam pemantauan (ODP) banyak dan titik sentral aktivitas masyarakat," bebernya, Rabu (27/5) pagi.
Hasil rapid test akan diumumkan nanti. Kalau ada pedagang yang reaktif, maka diisolasi berkelompok di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Tapin. "Mereka akan melanjutkan dengan tes swab," tuturnya.
Adapun ketersediaan alat rapid test di Tapin, dari dinas kesehatan ada 1.500, dari puskesmas sekitar 500 dan bantuan provinsi sebanyak 3.000. "Sebagian sudah dipakai," jelasnya.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Keraton Rantau, Rasyid mengaku untuk rapid test memang keinginan sendiri. Sebagai antisipasi secara dini. "Untuk hasilnya masih belum diberitahu. Seandainya reaktif, saya siap diisolasi," ucap pria tua ini.
Sementara untuk Pasar Binuang, rapid tes 100 orang merupakan pedagang dan sales-sales yang sering mengantar barang.
___
Lima Kelompok Target Swab
RANTAU - Swab PCR (Polymerase Chain Reaction) kembali dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tapin di rumah isolasi berkelompok, Rabu (27/5) siang. Sasarannya merupakan 5 kelompok.
Lima kelompok ini terdiri dari Sungai Rutas, Bitahan, petugas kesehatan yang sebelum bertugas di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, kelompok tenaga pengamanan yang bertugas di tim gugus tugas dan kelompok VIP.
Juru bicara GTPP Tapin, Alfian Yusuf menuturkan swab merupakan yang pertama untuk 5 kelompok tersebut. Total ada 41 orang. "Untuk hasilnya menunggu 7 sampai 10 hari ke depan. Karena, info yang saya dapat dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, sekarang masih ada 2.700 yang antre menunggu hasil," tuturnya.
Dijelaskan Alfian yang juga Kepala Dinas Kesehatan Tapin, untuk kelompok Sungai Rutas Kecamatan Candi Laras Selatan dan Bitahan Kecamatan Lokpaikat, merupakan orang yang kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif.
"Positif yang di Sungai Rutas baru hari ini keluar hasilnya, sebelum berstatus PDP. Kalau yang di Bitahan, satu hari sebelumnya," ucapnya.
Yang kontak erat dari Sungai Rutas ada 7 orang dan Bitahan ada 3 orang. Sambil menunggu hasil swab keluar, dua kelompok ini akan menjalani isolasi di rumah isolasi berkelompok Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Tapin.
Sementara untuk kelompok petugas kesehatan yang sebulan yang lalu bertugas di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin ada 8 orang, sisanya kelompok petugas gugus tugas. Mereka sudah rapid test, hasilnya non reaktif. Tapi, untuk antisipasi dilakukan swab. (dly/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin