BANJARMASIN - PSBB jilid III di Banjarmasin berakhir empat hari lagi. Seperti yang sebelum-sebelumnya, penjagaan di perbatasan masih tampak longgar.
Sebagai gantinya, pemko gencar mensosialisasikan PSBK dari tingkat kelurahan hingga rukun tetangga.
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, saat ini Gugus Tugas P2 COVID-19 yang tersebar di lima kecamatan mulai tampak menerapkan PSBK.
"Kelurahan hingga RT sangat dekat dengan masyarakat. Dengan adanya PSBK, pencegahan penularan COVID-19 dapat segera teratasi," harapnya.
Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (27/5), pos PSBK sudah tampak berdiri. Seperti di Banua Anyar di Banjarmasin Timur. Penjagaan digelar warga setempat.
Setiap warga yang melintas, pasti dicegat dan ditanyai. Jika warga luar dengan keperluan tidak mendesak, maka disuruh putar balik. PSBK yang dijalankan warga dengan bersemangat tampak lebih ketat.
Sementara itu, Gugus Tugas kini mencoret dua kluster. Yakni kluster pasien Ulin 01 dan kluster Gowa.
"Dua kluster itu dicoret karena tak lagi ditemukan bukti penyebaran COVID-19. Atau karena sudah dinyatakan selesai masa inkubasinya," beber juru bicara Gugus Tugas Banjarmasin, Machli Riyadi.
Sebelumnya, kluster Gowa menyumbangkan angka 18 kasus. Sedangkan kluster Ulin-1 ada lima kasus. Dengan dicoretnya kedua kluster tersebut, maka apabila ada kasus terkonfirmasi COVID-19, boleh disimpulkan merupakan hasil penelusuran petugas medis di lapangan.
Lantas, berapakah kluster yang tersisa di Banjarmasin? Machli menyebutkan kini ada empat. Yakni kluster Pasar Sentra Antasari, Pekapuran, Sungai Bilu dan Multifaktor.
Mengutip data Dinas Kesehatan Banjarmasin, kluster Sungai Bilu menyumbang angka positif sebanyak 17 kasus. Maka ia berharap setiap kelurahan benar-benar menjalankan PSBK yang kini digalakkan Pemko.
"Kami juga mengapresiasi dua kelurahan yang masih zona hijau. Yakni, Alalak Tengah di Banjarmasin Utara dan Kertak Baru Ulu di Banjarmasin Tengah. Kami mengimbau dua kelurahan ini untuk terus mencegah penyebaran virus," tuntasnya.
___
Banua Anyar "Lockdown Lokal"
Rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap PSBB, membuat warga Banua Anyar resah. Warga di rukun tetangga 01 sampai 05 sepakat untuk memberlakukan local lockdown. Alias pembatasan sosial berskala kecil (PSBK).
Jalan masuk utama ke lingkungan lima RT tersebut ditutup sementara waktu. Diberi pagar bambu, komplet dengan pos penjagaan. Bahkan jalan-jalan tikus dijaga.
Di tengah pagar diberi plang bertuliskan "Sementara jalan ditutup selama COVID-19. Harap maklum sementara jalan dialihkan ke bawah jembatan".
Kesepakatan dicapai setelah seorang warga di sana terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.
Menurut Ketua RT 04, Uun, mereka tidak melarang orang luar masuk ke Banua Anyar. Melainkan hanya membatas, agar tidak sebebas biasanya. "Karena di sini sudah ada warga yang kena," ujarnya, Selasa (26/5).
Jika tidak dibatasi, ia khawatir bisa menjangkiti yang lain. Kalau ada yang hendak berkunjung, penjaga pos akan menanyai keperluannya.
"Kami sudah petakan, zona mana saja yang harus diperketat dan mana yang tidak," jelas Uun.
Penjagaan dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang. Berganti shift sampai jam 6 sore. Kemudian berganti lagi sampai jam 1 dini hari.
"Khusus subuh, dijaga penjaga malam. Sedangkan dari pagi sampai malam, selain warga juga dibantu polisi dan tentara," tambahnya.
Salah satu warga, Enoy memuji penerapan PSBK. Dia berharap, akan lebih banyak yang menyadari tentang pentingnya menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. (war/gmp/at/fud)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin