BANJARMASIN - Memasuki hari ketiga pelaksanaan, proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA mulai lancar. Dokumen yang harus didownload dan diunduh oleh calon siswa sudah berjalan lancar.
Seperti diketahui, dokumen seperti surat pertanggung jawaban mutlak dari siswa dan orang tua, dokumen standar kompetensi lulusan (SKL) atau ijazah hingga akta kelahiran dan kartu keluarga harus dilengkapi dengan cara diunduh.
Pada hari pertama dan kedua lalu, beberapa dokumen tersebut ada yang tak bisa diunduh. Orang tua siswa pun banyak yang risau. mereka ingin memastikan apakah data benar-benar sudah terinput.
“Sudah tak ada kendala mulai hari ini. Semua dokumen lengkap,” terang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Banjarmasin, Samadi kemarin.
Bahkan sebutnya, berkas calon siswa yang kurang di hari pertama dan kedua lalu, juga sudah rampung dengan meminta kepada calon siswa yang dokumennya tak lengkap untuk melengkapinya. Pihak sekolah harus bekerja dua kali, dengan menghubungi calon siswa.
Samadi mengungkapkan ada sekitar 40 orang yang harus melengkapi dokumen yang kurang lengkap tersebut. “Mereka kami hubungi satu persatu untuk mengirimkan dokumen yang kurang seperti kartu keluarga dan SKL,” terangnya.
Soal sistem aplikasi ini, pihaknya tak begitu paham. Pasalnya semua disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel yang bekerjasama dengan PT Telkom. “Kami hanya menjalankan,” ujarnya.
General Manager (GM) Wilayah Telkom (Witel) Kalimantan Selatan Arief Yulianto menyampaikan, hingga hari ketiga pelaksanaan PPDB online kemarin (1/7), infrastruktur penunjang dari PT Telkom Indonesia tidak mengalami permasalahan apapun. "Secara sistem, aplikasi dan jaringan tidak ada gangguan," katanya kepada Radar Banjarmasin.
Lalu kenapa alamat web https://kalsel.siap-ppdb.com sempat tidak bisa diakses? Arief menyampaikan hal itu menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel yang sedang melakukan sinkronisasi zonasi.
Sebelumnya, saat alamat web https://kalsel.siap-ppdb.com diakses, memang ada pemberitahuan bahwa sedang ada proses sinkronisasi data dan zonasi. Sehingga untuk sementara pengajuan ditutup sampai batas sinkronisasi selesai.
Arief menyampaikan, untuk memastikan PPDB online berjalan lancar, PT Telkom Indonesia sudah melaksanakan beberapa upaya. Di antaranya, melakukan pengecekan seluruh infrastruktur. Termasuk jaringan. "Kami juga menyiagakan tim satgas selama pelaksanaan PPDB untuk memastikan tidak ada kendala," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMA, Muhammadun pada Disdikbud Kalsel membenarkan jika sistem PPDB online tidak bisa diakses lantaran mereka sedang melakukan sinkronisasi zonasi. "Ada persoalan zonasi di daerah perbatasan. Baik itu antar kabupaten, serta perbatasan Kalsel dan Kalteng. Jadi, harus diperbaiki," bebernya.
Perbaikan yang dia maksud yakni, membuka zonasi di setiap daerah perbatasan. Agar, calon siswa bisa mendaftar sekolah di provinsi atau kabupaten tetangga yang sekolahnya lebih dekat dari tempat tinggalnya. "Misal di Kelua, Tabalong (Kalsel) yang berbatasan dengan Kalteng. Kita harus membuka zonasi untuk orang yang ada di Kalteng, karena sekolah yang dekat ada di Kelua," jelasnya.
Sementara untuk perbatasan kabupaten/kota, Madun mencontohkan daerah Sungai Sipai, Kabupaten Banjar yang berbatasan dengan Banjarbaru. Dia mengungkapkan, anak-anak di sana kalau dipaksakan sekolah di Kabupaten Banjar, jaraknya terlalu jauh. Sehingga, sekolah di Banjarbaru harus membuka zonasi.
"Sebab, anak-anak di Sungai Sipai lebih dekat sekolahnya di Banjarbaru, walaupun berada di Kabupaten Banjar," ungkapnya.
Dia memastikan, sinkronisasi zonasi sudah selesai dilakukan. Sehingga, sekolah bisa kembali memverifikasi berkas para pendaftar. "Terkait adanya kendala ini, orangtua siswa jangan takut tak sempat mendaftarkan anaknya. Karena kami memperpanjang waktu pendaftaran selama dua hari, sampai 3 Juli," katanya.
Tahun ini sendiri, ada sebanyak 192 SMA Negeri di Kalsel yang membuka pendafataran secara online. Jumlah tersebut bertambah empat unit SMA baru jika dibandingkan tahun ajaran sebelumnya. “Sekolah baru kami upayakan dibangun terus. Agar memfasilitasi siswa yang jaraknya dekat dengan tempat tinggal mereka,” sebutnya.
Untuk diketahui, sistem PPDB SMA tahun ini tetap dengan sistem zonasi. Dimana siswa yang paling dekat dengan sekolah, berpeluang besar diterima. Kuotanya 50 persen. Selain zonasi, ada jalur lain, yakni afirmasi atau bagis siswa yang dari keluarga tidak mampu. Kuotanya 15 persen. Sistem lain adalah jalur perpindahan orang tua yang kuotanya hanya 5 persen dan terakhir jalur prestasi dengan kuota 30 persen.
“Memang ada beberapa kawasan yang jauh dari sekolah negeri. Di luar jalur zonasi mereka (calon siswa) harus memenuhi syarat. Ini yang terus kami upayakan agar SMA Negeri tersebar,” ujarnya sembari berharap pihak kabupaten dan kota menyediakan lahan agar bisa dibangunnya sekolah baru.
Sebagai informasi, perpanjangan pendaftaran akan berakhis esok (3/7) sementara pengumuman kelulusan dilaksanakan pada 6 Juli. Sedangkan daftar ulang dilaksanakan pada 7-9 Juli mendatang. (mof/ris/ran/ema)