Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Deteksi Dini Kebuntingan Ternak Sapi Melalui PKB

berry-Beri Mardiansyah • 2020-09-07 08:11:24
KEBUNTINGAN: Petugas sedang melakukan pendeteksian kebuntingan sapi sejak dini melalui PKB.
KEBUNTINGAN: Petugas sedang melakukan pendeteksian kebuntingan sapi sejak dini melalui PKB.

PELAIHARI - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kembali melaksanakan pelayanan perbibitan, kesehatan hewan dan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) di Desa Sabuhur (Trans 100) Kecamatan Jorong, Kamis (3/9)

Melalui teknik Pemeriksaan Kebuntingan (PKB), maka dapat mendeteksi lebih dini terhadap status kebuntingan, sekaligus mengetahui kondisi reproduksi sapi. Pemeriksaan Kebuntingan dalam pelayanan ini dilakukan melalui palpasi rectal, merupakan cara pemeriksaan yang sederhana, namun membutuhkan keterampilan dan latihan yang intensif, sehingga petugas PKB mampu mendiagnosa kebuntingan, sekaligus menentukan umur kebuntingan, mengetahui posisi fetus dan memprediksikan kelahiran. maka dapat diprediksikan kondisi kebuntingan sapi, sekaligus dapat mencegah kondisi gangguan reproduksi maupun gangguan saat sapi melahirkan.

Kepala Seksi Perbibitan Ternak Disnakkeswan Kabupaten Tala Handri Sulistyo menjelaskan, bahwa dalam usaha peternakan, kesehatan dan reproduksi ternak menjadi faktor sangat penting untuk mendorong jumlah populasi dan pertumbuhan/perkembangan ternak sapi. Selain itu tidak kalah penting, juga terhadap ketelatenan para peternak melakukan pemeliharaan sapi selama masa kebuntingan, karena sangat menentukan kecepatan pertumbuhan anak sapi ketika masih dalam kandungan.
Andi salah satu peternak peserta program ini mengatakan, beberapa hari lalu dirinya sempat kepikiran untuk menjual indukan Sapi Bali miliknya, tetapi setelah tadi dibawa ke lokasi pelayanan dan diperiksa oleh para petugas ternyata sedang bunting dan umurnya sudah empat bulan.

"saya akan pelihara dulu sayang kalau dijual sekarang. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin, dengan demikian kami para peternak jadi lebih bersemangat karena kesehatan ternak sapi bisa terpantau, terlebih lagi kalau bisa mengetahui sapi yang kami pelihara sedang dalam keadaan bunting," ujar Andi.

Diketahui, jumlah Akseptor keseluruhan ada 63 ekor, terdiri dari 8 ekor Sapi Jantan, 55 ekor Sapi Betina dan 9 ekor anak sapi (pedet).

Para petugas yang terlibat dalam pelayanan perbibitan kesehatan hewan dan pemeriksaan kebuntingan, selain dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tala dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Panyipatan, juga turut serta para Siswa Magang dari SMK-SPP Negeri Pelaihari. (ard/Disnakkeswan / Diskominfo Tala/ram/ema)

Editor : berry-Beri Mardiansyah
#Pemkab Tanah Laut