Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pasca 2 Nakesnya Meninggal, RS Sultan Suriansyah Wajibkan Perawat dan Dokter Uji Swab Dua Bulan Sekali

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-12-08 10:52:41
USAP LENDIR: Tes swab massal di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Sudah banyak perawat dan dokter yang tumbang gara-gara pandemi.
USAP LENDIR: Tes swab massal di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Sudah banyak perawat dan dokter yang tumbang gara-gara pandemi.

BANJARMASIN - Menangani pasien COVID-19, tenaga kesehatan (nakes) menghadapi risiko terpapar yang besar.

Menghindari penularan di antara perawat dan dokter, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah, Asmaul Husna menjadwalkan swab untuk nakesnya.

"Dua bulan sekali swab test, sesuai tingkat risiko yang diemban nakes," tuturnya kemarin (7/12).

Mengacu data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, sejak 1 Juli, tercatat 35 nakes di Banjarmasin terinfeksi virus corona. Tiga orang meninggal dunia.

Terbaru, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Ansari Saleh, Rimba A Tanum meninggal dunia. Masih dari rumah sakit milik Pemprov Kalsel itu, disusul Kepala Tata Usaha (TU) Akhmad Fauzi. Keduanya terpapar corona.

Kondisi serupa juga dialami rumah sakit milik Pemko Banjarmasin ini. Syukur semuanya berangsur sembuh.

"Sekarang tinggal satu dokter spesialis yang terinfeksi. Kondisinya baik dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah," tambah Asmaul.

Selain nakes, saat ini rumah sakit di Jalan Rantauan Darat itu sedang menangani 10 pasien COVID-19. Asmaul mengklaim, tak ada peningkatan gejala yang signifikan. Alias, kondisi mereka mulai membaik.

"Rentang usia sekitar 45 hingga 55 tahun. Kami hanya merawat kondisi pasien level sedang erat. Sedangkan pasien parah, kami rujuk ke RS lain," tutupnya.

Kabar baik lainnya, Menteri Kesehatan telah menetapkan produk untuk program vaksinasi. Salah satunya dari Bio Farma (BUMN). Hingga kini, vaksin itu masih dalam tahap uji klinis.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan kondisi Banjarmasin secara umum. Tepatnya, pada saat kunjungan ke laboratorium Bio Farma.

"Kami meminta untuk diberikan semacam prioritas. Karena waktu itu, Banjarmasin termasuk yang menjadi sorotan nasional," ucapnya.

Lantas, bagaimana kelanjutannya? Ketua Tim Satgas COVID-19 Banjarmasin itu sedang menunggu jawaban dari pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan uji cobanya berhasil dan bisa didistribusikan secara massal. Tapi intinya kami tetap menunggu perkembangan dari pusat," tutup Ibnu. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona #RSUD Sultan Suriansyah