Dari kejauhan dentuman kembang api terdengar. Namun percikannya tak tampak bila dilihat dari Siring Jalan Pangeran Sudirman. Sebaliknya, di sejumlah sudut Kota Banjarmasin, penjual terompet tampak hadir namun bunyinya tak terdengar.
-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --
"Sepi. Kalau tahun lalu, jualan seperti ini sebelum Isya pasti sudah habis," ucap Misbah bersama suaminya Alus menjajakan balon, permen kapas dan terompet.
Keduanya tampak duduk santai ditemui di kawasan Jembatan Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kamis (31/12) malam. Bersandar di pagar jembatan. Mengobrol, sambil menunggui barang dagangan yang menggantung di badan sepeda.
Barang dagangan masih tampak memenuhi sepeda yang dibawa keduanya. Misbah mengatakan malam itu menjadi tahun ketiga berdagang balon, permen kapas, dan terompet.
Mulai menjajakan sedari jam dua siang hingga paling lambat jam dua malam, yang laku hanya beberapa. Sebagai contoh, keduanya membawa terompet dengan jumlah 15 buah. Namun yang laku hanya empat. "Mungkin ini gara-gara corona," timpal Alus.
Keduanya menjajakan barang dagangan itu tiap hari. Kalau tidak laku, barang-barang yang dibawa dikembalikan lagi. Keduanya hanya menjajakan saja. Dari situ, keduanya dapat bagian keuntungan.
Pasangan suami istri ini tinggal serumah beserta tiga anaknya. Di kawasan Gandapura, Kelurahan Pekauman. Tepatnya berseberangan dengan bangunan SMAN 10 Banjarmasin.
Selama pandemi Covid-19, keduanya mengaku cukup kesulitan. Keduanya juga mengaku tak punya pekerjaan lain. "Bantuan pun kami tidak dapat. Padahal sudah diurus," aku Misbah.
Bergeser ke kawasan lain, M Jayadi juga menjajakan dagangan serupa dengan Misbah dan Alus. Kendati demikian, lelaki 45 tahun itu cukup beruntung. Dagangannya ludes dibeli.
Jayadi menuturkan ketika sedang mengayuh sepeda, tiba-tiba saja ada mobil roda empat menyambangi. Ia kaget ketika si pengemudi memborong semua dagangannya. "Saya tanya, katanya untuk keluarga di rumah," ucap lelaki yang mengaku tinggal di kawasan Pekapuran Raya, itu lantas tersenyum.
Jayadi tak menampik bahwa malam tahun baru kali ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Banyak pedagang sepertinya tak laku. "Saya sudah keliling dari satu tempat ke tempat yang lain. Tapi, tak ada yang membeli. Beruntung, ketika pas hendak mau pulang tadi ada pembeli," ungkapnya.
Kendati demikian, baik Jayadi maupun Misbah dan Alus sepakat bahwa pandemi bukan jadi alasan penghalang mencari rezeki. "Selama mau berusaha, pasti ada jalannya. Doakan saja semoga tahun ini jualan kami berkah," tutup Alus.
Tutup Paksa Kafe Pelanggar
BANJARMASIN - Malam pergantian tahun di Kota Banjarmasin di tengah pandemi Covid-19 memang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tim Satgas Covid-19 mengeluarkan surat edaran tentang larangan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam surat edaran yang diteken oleh Wali Kota Banjarmasin yang juga Ketua Tim Satgas COVID-19 Ibnu Sina, serta dua Wakil Ketua Kolonel CZI M Leo Pola Ardiansa S dan Kombes Pol Rachmat Hendrawan itu menyerukan segala aktivitas hanya boleh berlangsung hingga jam sepuluh malam.
Surat edaran itu tidak hanya sekadar imbauan semata. Sejumlah kawasan yang biasa menjadi tempat kerumunan massa pun ditutup. Dijaga oleh sejumlah aparat gabungan. Seperti di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Petugas gabungan juga berpatroli. Mengeliling ruas jalanan di Kota Banjarmasin. Dipimpin langsung oleh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan dan Dandim 1007 Banjarmasin, Kolonel CZI M Leo Pola Ardiansa S.
Tak tanggung-tanggung, seluruh petugas yang diturunkan di Kota Banjarmasin sendiri berjumlah 850 personel. Tersebar di 30 titik pengamanan.
Kamis (31/12) malam itu, sejumlah kafe dan rumah makan didapati masih buka dan tampak ada pembeli. Padahal waktu sudah menunjukkan di atas jam sepuluh malam.
Misalnya kafe Flex di Jalan Gatot Subroto yang terang-terangan didapati masih beroperasi, dan banyak pengunjung di atas jam ketentuan malam tahun baru. Pengelola dan pengunjung pun langsung dikumpulkan, dan mendapat peringatan keras agar tidak mengulangi lagi sampai tiga hari ke depan. Surat edaran itu berlaku hingga 2 Januari. "Kalian sudah dapat surat edarannya kan? Mau di-Swab kalian semua?," ancam Rachmat. Wajahnya tampak memerah menahan amarah. Ia pun lantas meminta kafe itu untuk tutup dan menyuruh pengunjung untuk pulang.
Selanjutnya, patroli kembali dilanjutkan menyisir ke kawasan lain. Salah satunya di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basry, Kecamatan Banjarmasin Utara. Di area ini, petugas kembali mendapati satu kafe yang mencurigakan.
Dari luar, kafe yang yang bernama Kedai Kopi itu tampak sudah tutup. Lampu di luar juga dimatikan. Namun, kendaraan yang terparkir cukup banyak. Membuat kecurigaan semakin menjadi-jadi.
Terbukti setelah rolling door kafe dibuka, rupanya masih ada pengunjung yang masih santai di dalamnya. Tanpa basa basi, petugas kembali memberikan peringatan keras dan meminta semua pengunjung untuk pulang.
Karyawan di kafe itu, M Rafi'i beralasan lampu dimatikan dan pintu ditutup agar pelanggan dari luar tak ada lagi yang datang. "Yang ada di sini cuma pelanggan yang mau menghabiskan minuman," ucapnya.
Usai berpatroli, Rachmat mengaku sudah memberikan peringatan keras kepada pihak pengelola agar tidak mengulanginya lagi. Jika ke depan ditemukan lagi, maka pihaknya tak segan-segan memasang garis polisi.
Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin malam itu, warung makan, kafe, mayoritas memang sudah mematuhi aturan. Sudah banyak yang tutup. Kendati demikian, bukan tak ada kerumunan lain. Di sejumlah ruas jalan, masih ada warga yang asyik berkumpul. Menggelar acara bakar-bakar atau masak-masak di depan rumah atau gang.
Dikonfirmasi terkait hal itu. Rachmat mengaku tidak bisa menegur. Ia mengatakan masih bisa memakluminya. "Bisa jadi mereka itu satu keluarga. Yang sudah menyiapkan segala sesuatunya. Jadi kita maklumi. Karena mereka juga hanya beberapa orang," ucapnya.
Menurutnya, situasi Kota Banjarmasin pada malam pergantian tahun dirasanya cukup kondusif dan warga juga patuh terkait surat edaran yang ada. "Kepatuhannya sekitar 96 persen. Tentu patroli dan pengamanan ini tidak hanya digelar malam ini saja. Tapi juga berlanjut. Kemudian, pos-pos pemantauan juga masih didirikan seperti misalnya di kawasan Siring Jalan Sudirman ini," terangnya.
Dandim 1007 Kota Banjarmasin, Kolonel CZI M Leo Pola Ardiansa S menambahkan bahwa terciptanya situasi kondusif itu merupakan hasil dari koordinasi yang sudah berjalan baik dan sangat antisifatif.(war/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin