Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Anak Jalanan Resahkan Pasar: Tak Dikasih Salah, Dikasih Makin Salah

miminradar-Radar Banjarmasin • Rabu, 17 Maret 2021 - 20:37 WIB
MERESAHKAN: Petugas Disperdagin mendata anjal dan pengamen yang kerap meresahkan pedagang Pasar Sudimampir. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
MERESAHKAN: Petugas Disperdagin mendata anjal dan pengamen yang kerap meresahkan pedagang Pasar Sudimampir. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Belum setengah jam berpatroli, dua anjal dan satu pengamen diamankan. Mereka kerap meresahkan pedagang karena kerap meminta-minta secara paksa.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

BOCAH 9 dan 10 tahun itu, Aldi dan Ferdi tersenyum kecut. Ketika dipergoki petugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin sedang berkeliaran di Pasar Sudimampir Baru, kemarin (16/3) siang.

Tampak lusuh, keduanya tak mengenakan masker. Setelah didata, mereka dinasihati agar segera pulang ke rumahnya masing-masing.

Namanya juga anak kecil, lolos dari mata petugas, mereka cekikikan. Kembali belari ke dalam pasar.

"Kami hanya bisa menasehati mereka. Semoga saja mau sadar," kata Kepala Seksi Pembinaan BLD Pasar di Disperdagin Banjarmasin, Afriansyah.

Afriansyah dan rekan-rekannya mulai rutin patroli. Lantaran maraknya anak jalanan dan pengamen yang meminta-minta secara paksa. Bukan hanya pedagang, pengunjung pasar pun mengeluh.

Seorang pedagang menceritakan, kalau tidak dikasih recehan, mereka takkan menjauh. Tapi kalau diberi, besoknya pasti datang lagi.

"Serba salah. Pembeli di toko juga jadi risih," keluh si pedagang yang menolak menyebutkan namanya.

Kabid Peningkatan Sarana dan Distribusi Pasar di Disperdagin Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, sasaran tim adalah Pasar Sudimampir Baru dan Pasar Ujung Murung di Banjarmasin Tengah.

Lantaran mereka bukan Satpol PP, tentu tak bisa mengenakan tipiring. Tapi setidaknya, lewat patroli itu, pemko hadir membantu para pedagang.

Kemarin (16/3) ada selusin yang dipergoki sedang mengemis. Salah satunya Rendi, 17 tahun.

Menenteng ukulele, saat dinasihati, Rendi manggut-manggut terus.

"Tak punya keahlian lain. Makanya ngamen. Diberi syukur, kalau tidak juga tak apa-apa," ungkapnya. "Kalau ngamen di jalan raya takut terserempet kendaraan. Lebih aman di pasar," tambahnya.

Bahkan, pedagang pentol pun turut kena "semprot" petugas. Di bawah gerobak, bilah tusuk dibiarkan berserakan.

Kena teguran, mereka sigap membersihkannya. "Kalau bersih kan enak juga dipandang," celetuk petugas.

Bagi Afriansyah, yang harus menjadi perhatian bersama adalah banyaknya anak di bawah umur yang terjaring.

Ada yang masih berstatus pelajar, adapula yang sudah putus sekolah. Miris.

Kebanyakan, beralasan mencari uang jajan. Ketimbang di rumah terus selama sekolah ditutup gara-gara pandemi.

"Alasannya karena bosan di rumah. Pergi ke pasar karena diajak kawannya meminta-minta," bebernya.

Apa tindakan selanjutnya? Data akan diserahkan kepada Satpol PP dan Dinas Sosial.

"Sekali lagi, kami hanya bisa persuasif. Tindakannya, kami serahkan ke dinas terkait," jelasnya. "Kami juga akan menyisir pasar lain. Agar pasar semakin nyaman," jaminnya. (fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#banua pasar #Feature Umum #Kriminal Umum