Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kerahkan Pasukan Tutup Pasar, Pemko Banjarbaru Minta Maaf pada Warga Sekitar

miminradar-Radar Banjarmasin • Kamis, 18 Maret 2021 - 23:32 WIB
MASIH RAMAI: Sehari sebelum penutupan, aktivitas jual beli di ruas Jalan Lanan kawasan Pasar Bauntung yang lama masih ramai. Hari ini, Pemko menegaskan akan menutup total pasar yang lama. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin
MASIH RAMAI: Sehari sebelum penutupan, aktivitas jual beli di ruas Jalan Lanan kawasan Pasar Bauntung yang lama masih ramai. Hari ini, Pemko menegaskan akan menutup total pasar yang lama. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Diberi tempo maksimal sampai tanggal 17 Maret kemarin. Hari ini, Pemko berencana akan melakukan penutupan total pasar Bauntung yang lama. Termasuk kegiatan PKL yang selama ini berjualan di ruas jalan kawasan pasar.

Penutupan ini lantaran beberapa waktu yang lalu, para PKL subuh telah bersepakat siap direlokasi. Usai bermusyawarah dengan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono dalam sebuah pertemuan yang berbuah surat pernyataan tertulis.

Dalam mempersiapkan penertiban ini, kemarin sore, jajaran Pemko Banjarbaru bersama unsur TNI-Polri menggelar rapat gabungan. Agenda rapat ihwal persiapan kegiatan penutupan hari ini.

Menurut Sekda Banjarbaru, Said Abdullah yang memimpin rapat, total akan ada 150 personel gabungan dari Disdag, Dishub, Satpol PP serta Kodim 1006/MTP dan Polres Banjarbaru yang melakukan penutupan.

"Jadi terhitung pada malam ini (kemarin, red) pukul 12.00 Wita bahwa pasar Bauntung yang lama resmi kami tutup. Petugas gabungan akan berjaga dan menutup akses pasar sejak Kamis (18/3) pukul 00.00 Wita," kata Sekda.

Penutupan kata Sekda akan bersifat menyeluruh. Mulai dari PKL subuh, pedagang yang masih bertahan, kantong-kantong parkir serta ruas jalan yang masuk dalam kawasan pasar.

"Termasuk juga pembeli yang ingin masuk ke area pasar akan dilarang. Kita akan arahkan belanja ke pasar yang baru yakni di Jalan RO Ulin Banjarbaru. Kalau akses masyarakat yang bermukim disana tidak kita tutup," tegasnya.

Dalam tahapan pertama penutupan ini, Sekda mengatur akan berdurasi selama tujuh hari terhitung dari Kamis (18/3). Nantinya, tahapan awal ini akan dievaluasi H-1 tahapan pertama berakhir.

"Nanti akan kita evaluasi untuk melihat bagaimana kondisinya. Yang jelas target kita adalah menutup total pasar yang lama dan aktivitasnya. Posko juga akan dibangun di sana," tambahnya.

Lantas bagaimana jika terjadi gesekan dan masih ada penolakan dari pedagang yang masih ingin bertahan? Sekda merespons bahwa hal ini mungkin saja akan terjadi di lapangan. Maka dari itu, ia meminta agar penutupan dapat dilakukan dengan meminimalisir mungkin potensi gesekan.

"Kita sudah ada juga tiga kali pertemuan dengan PKL subuh yang mana disepakati bahwa hari ini (kemarin) waktu terakhir bejualan. Kalau penutupan nanti ada (gesekan) terjadi, itu mungkin saja dan kita minta untuk tidak berjualan sesuai kesepakatan serta aturan," katanya.

Adanya aktivitas penutupan diakui Sekda sedikit banyak bakal mengganggu aktivitas warga maupun para pemilik toko legal di kawasan pasar. Maka dari itu, atas nama Pemko ia berucap meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

"Kita meminta maaf atas ketidaknyamanan sementara ini bagi warga di sana, pengguna jalan atau pemilik toko legal di area sana. Kepada warga dan pembeli, kita imbau agar berbelanja ke pasar yang baru," pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#banua pasar