Capaian vaksinasi lansia di Banjarmasin sangat rendah. Pemko pun menggelar vaksinasi di tempat-tempat ibadah.
---
BANJARMASIN - Duduk di kursi roda, Foeng Keng Foen mengantre di tengah jemaat Gereja Katedral Keluarga Kudus, (25/4) pagi.
Perempuan 88 tahun itu ditemani anaknya, Yusefin. Ia mengantre untuk memperoleh vaksin COVID-19.
Ketika gilirannya tiba, Foeng menjalani serangkaian pengecekan kesehatan. Syukurlah, ia dinyatakan bisa menjalani vaksinasi. Seusai disuntik, lansia asal Kelurahan Kebun Bunga itu diantar ke ruang observasi.
Yusefin mengaku sudah lama ingin mendaftarkan sang ibu. Tapi karena belum ada kesempatan, niat pun diurungkan.
"Melihat usia beliau, sulit kalau ingin membawanya ke mana-mana. Syukurlah, sekarang kesampaian," ucapnya.
Soal lain, sang ibu agak takut menghadapi jarum suntik. Belakangan, semangatnya untuk memperoleh vaksin mengalahkan rasa takutnya kepada jarum. "Kata ibu, disuntik itu sakit. Tapi kalau tidak disuntik, bisa lebih sakit," tambahnya.
Pantauan Radar Banjarmasin (25/4), di gereja di perempatan Jalan Lambung Mangkurat itu, ada puluhan lansia yang divaksin.
Wakil Ketua II DPP Paroki Katedral Keluarga Kudus, Andrian mengatakan, jemaat bahkan sudah menunggu sejak ibadah Minggu pagi kelar. Disebutkannya, jemaat dari gereja lain juga berdatangan.
"Seperti yang ditargetkan Dinas Kesehatan, yang divaksin adalah lansia, guru, dosen, pengurus gereja, pastor hingga biarawati," bebernya.
Salah satu biarawati yang menjalani vaksinasi, Theresia Saripriati mengaku sudah tak sabar untuk mendapatkan suntikan dosis kedua.
"Membuat lebih tenang di tengah pandemi corona ini," kata perempuan 54 tahun itu. Bukan berarti tak ada catatan, Uskup Banjarmasin, Mgr Petrus Boddeng Timang mengatakan, antara antusiasme jemaat dan kuota vaksin tak sebanding.
"Semula disediakan hanya untuk 200 orang. Kemudian ditambah menjadi 350 orang. Ternyata dari daftar yang kami miliki, masih ada yang belum bisa mengikuti vaksinasi karena kuotanya terbatas," jelasnya.
Sejatinya, imunisasi massal yang bertajuk Gebyar Vaksinasi yang dipusatkan di sejumlah tempat ibadah itu digelar pada 23-30 April.
Dimulai serentak di sejumlah masjid besar di Banjarmasin, tepat seusai salat tarawih. Pantauan Radar Banjarmasin, Jumat (23/4) malam di Masjid Al Jihad dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, vaksinasi mendapat sambutan hangat dari umat.
Di Al Jihad, Hj Noor Jannah misalkan, mengaku mengikuti vaksinasi atas keinginannya sendiri. "Awal ingin ikut di puskesmas dekat rumah. Tapi beberapa kali ditengok, jadwal vaksinasi lansia tak kunjung ada. Beruntung di masjid ini ada," kata perempuan 63 tahun yang tinggal di Jalan Gunung Sari itu.
Tapi ada pula yang pulang dengan gigit jari. Ditolak karena tak masuk target dan prioritas vaksinasi.
"Saya kira disediakan untuk masyarakat umum. Ternyata, ada kriterianya. Terpaksa bersabar dahulu," kata Darmayadi, mahasiswa yang salat di Sabilal.
Mengomentari itu, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi menegaskan, untuk warga umum akan tiba masanya.
"Warga terlihat antusias. Tapi jumlah vaksinnya terbatas. Jadi harus dibagi-bagi sesuai prioritas sekarang," urainya.
Vaksinasi massal di tempat ibadah ini mematok target 4.200 warga. Sehari, bisa dikejar sekurang-kurangnya 300 orang. Selama dua hari terakhir, ada 111 orang yang divaksin di Masjid Sabilal Muhtadin. Disusul 108 orang di Masjid Al Jihad dan 89 orang di Masjid Hasanuddin Majedi.
Ditambah dari masjid-masjid lainnya, sudah 445 orang yang divaksin di tempat ibadah. "Apakah stok vaksinnya kurang atau tidak, nanti dievaluasi di akhir program. Bila kurang, kami akan meminta tambahan vaksin ke pemprov. Pak pj gubernur sudah berjanji akan memenuhi kebutuhan kami," beber Machli.
Mengacu data per 21 April, dari 55.720 lansia yang perlu divaksin, baru 11,5 persen yang sudah divaksin.
Dinkes pun melihat pengelola tempat ibadah bisa mendongkrak vaksinasi lansia di Banjarmasin. "Ini strategi melalui pendekatan keagamaan. Ternyata hasilnya lumayan. Banyak lansia yang mau datang," tutupnya. (war/fud/ema)
Editor : izak-Indra Zakaria