BARABAI - Sudah sembilan kali jembatan darurat di Desa Alat RT 2 Kecamatan Hantakan dibangun. Warga sebenarnya menanti bantuan pemerintah agar dibuatkan jembatan permanen.
Selama ini dana untuk membangun jembatan darurat hasil swadaya masyarakat setempat. "Kami minta sumbangan kepada warga-warga di sini. Alhamdulillah jembatan bisa dibangun lagi," kata Ijah yang rumahnya tepat di depan jembatan, Minggu (13/6).
Sebelumnya, jembatan darurat ini hancur untuk ke delapan kali setelah diterjang arus luapan sungai Hantakan beberapa waktu lalu. "Karena jembatan ini satu-satunya akses kami untuk ke kebun dan aktivitas lainnya, jadi harus dibangun lagi," tambahnya.
Warga gotong royong mendirikan jembatan darurat dalam waktu 10 hari. Bronjong (pondasi jembatan) yang sebelumnya tinggi 3 meter kini ditambah menjadi 4 meter. Hal ini untuk mengantisipasi jika luapan Sungai Hantakan terjadi lagi. "Soalnya kalau air bah datang, sampah pepohonan ikut larut ini yang menyebabkan jembatan rusak," ujarnya.
Warga setempat mengeluhkan perhatian pemerintah daerah. "Sembilan kali ini jembatan dibangun lagi. Pemerintah selama ini belum ada bantuan," timpal Acil Rina, warga lainnya.
Camat Hantakan, Kartadipura menjelaskan jembatan darurat tersebut memang langganan putus. Pihaknya sudah mengusulkan ke Dinas PUPR HST agar dibuatkan jembatan permanen di Desa Alat RT 2.
“Beberapa waktu lalu dari Dinas PUPR HST sudah melihat kondisi jembatan. Kalau saya dengar memang sudah dianggarkan untuk pembuatan jembatan permanen. Anggarannya mencapai Rp1,7 M, tapi saya kurang tahu apakah dana dari APBD atau dari Provinsi Kalsel,” ujarnya.
Kartadipura mengatakan di wilayahnya ada sembilan jembatan yang direkomendasikan ke PUPR HST untuk mendapatkan perbaikan. “Sembilan jembatan yang diusulkan, baik itu jembatan gantung atau jembatan penghubung jalan,” tegasnya.(mal/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin