BANJARMASIN - Angka kasus Covid-19 di Kalsel yang sudah melandai membuka peluang untuk Pembelajaran tatap muka (PTM). Masuk sekolah normal ini dijadwalkan di tahun ajaran baru Juli mendatang. Pemprov Kalsel pun sudah menyusun langkah-langkah persiapan.
Rencananya, dari semua sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB yang di bawah kewenangan pemprov di Kalsel, hanya akan digelar sebagian. Hanya satu sekolah tiap jenjang di tiap kabupaten dan kota.
“Rencananya akan ada sekolah piloting di tiap kabupaten dan kota. Nanti sekolah yang ditunjuk piloting itu pun akan dilakukan verifikasi kembali. Apakah sudah benar-benar siap,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi kemarin.
Dia mengungkapkan, sejumlah sekolah yang rencana menjadi piloting itu untuk jenjang SMA meliputi, SMAN 5 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 1 Martapura, SMAN 1 Rantau, SMAN 1 Daha Utara, SMAN 2 Barabai, SMAN 2 Amuntai, SMAN 1 Awayan, SMAN 1 Pelaihari, SMAN 1 Angsana, SMAN 1 Kotabaru dan SMAN 2 Tanjung.
Sementara di sekolah SMK meliputi, SMKN 3 Banjarmasin, SMKN 2 Banjarbaru, SMKN 1 Martapura, SMKN 1 Rantau, SMKN 1 Daha Selatan, SMKN 1 Barabai, SMKN 2 Amuntai, SMKN 1 Batumandi, SMKN 1 Pelaihari, SMKN 1 Simpang Empat, dan SMKN 1 Kotabaru. “Sedangkan SLB ada enam, yakni SLB 3 Martapura, SLB Negeri Pembina, SLB Kotabaru, SLB Kandangan, Balangan dan SLBN 2 Banjarmasin,” beber Yusuf.
Semua sekolah tadi memenuhi kriteria sekolah yang dapat menggelar PTM dengan penerapan protokol kesehatan ketat. “Tapi tetap saja akan dilanjutkan verifikasi kembali. Jika nanti tak memenuhi syarat, akan dicoret,” katanya.
Tahun ajaran baru dimulai pada 12 Juli mendatang. Sebelum pelaksanaan PTM pemprov juga tak ingin gegabah. Tim Satgas Covid-19 bersama dinas akan melakukan verifikasi dan evaluasi ke sekolah tadi. Nantinya hasil dari evaluasi tersebut akan menghasilkan rekomendasi untuk diambil keputusan.
Dia juga menyampaikan, di luar sekolah yang rencananya akan menjadi piloting PTM, dipastikan tetap akan menggelar pembelajaran secara online. “Tapi ini baru tahap pertama. Nanti akan ada tahap kedua,” tandasnya.
Terpisah, Kepala SMAN 5 Banjarmasin Muchlis bangga karena sekolahnya menjadi piloting di Banjarmasin. “Insya Allah kami sudah siap. Sejak jauh hari ketika akan digelar PTM, kami sudah siapkan,” ujarnya kemarin.
Tak hanya soal sarana prasarana protokol kesehatan, para SDM di sekolah pun sudah sebagian besar divaksin. “Kami juga sudah melakukan simulasi melalui visual. Selain itu, syukurnya para orang tua pun menyambut baik PTM yang dibuktikan hampir 90 persen menyetujui,” tutur Muchlis kemarin.
Sementara, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengingatkan, dalam mengambil keputusan terkait PTM ini harus extra hati-hati, karena ini menyangkut masalah kesehatan dan keselamatan manusia.
Dia menyebut, yang paling penting semua guru harus sudah menjalani vaksinasi sebelum dilaksanakannya PTM dalam satu sekolah. “Satu ada yang belum, maka di sekolah tersebut tidak bisa dilaksanakan PTM,” tegasnya.
Selain itu yang perlu diperhatikan dalam PTM adalah mutlak mendapat persetujuan dari orang tua. “Tidak perlu semua sekolah harus melaksanakan PTM, tapi bisa beberapa sekolah dulu yang sudah siap untuk melaksanakan PTM yang kemudian dievaluasi dan selanjutnya bisa menjadi contoh atau patokan bagi sekolah lainnya,” pesannya. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin