Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Puluhan Lansia Positif di Panti Sosial, 3 Meninggal

miminradar-Radar Banjarmasin • Selasa, 10 Agustus 2021 - 19:10 WIB
BOBOL: Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera di Banjarbaru dibuat bingung dengan banyaknya lanjut usia (lansia) yang mereka rawat dinyatakan positif saat dites antigen. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
BOBOL: Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera di Banjarbaru dibuat bingung dengan banyaknya lanjut usia (lansia) yang mereka rawat dinyatakan positif saat dites antigen. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Jajaran Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera di Banjarbaru kini sedang dibuat bingung, dengan banyaknya lanjut usia (lansia) yang mereka rawat dinyatakan positif saat dites antigen.

Kepala PSTW Budi Sejahtera Kalsel, Surya Fujianorrochim mengatakan, total sudah ada 48 lansia dan 5 petugas yang positif antigen. "Tiga lansia di antaranya bahkan sudah meninggal dunia," katanya, kemarin.

Selain itu, dia mengungkapkan, dari 48 lansia sudah ada lima yang dinyatakan positif Covid-19 melalui tes swab PCR. "Terbatas untuk PCR, jadi bertahap. Kemarin sembilan orang, positif lima. Hari ini sembilan orang lagi dites swab," ungkapnya.

Dengan begitu disampaikannya, masih ada 30 orang yang masih menunggu giliran tes swab PCR. "Mudah-mudahan hasilnya negatif semua," harapnya.

Saat ini kata Surya, lima lansia yang positif Covid-19 kondisinya stabil. Karena tidak mengalami gejala apa-apa. "Kalau yang positif antigen, sebagian ada yang batuk-batuk dan flu," katanya.

Dia menduga, virus corona masuk ke panti dibawa oleh tenaga kesehatan dan petugas yang terlebih dahulu dinyatakan positif. "Karena petugas kita keluar masuk panti. Kadang ada yang belanja ke pasar, kita tidak tahu tertularnya dari mana," bebernya.

Panti sendiri saat ini ucap Surya ditutup untuk umum. Siapa pun tidak boleh mengunjungi lansia yang tinggal di sana. "Ini demi keamanan para lansia," paparnya.

Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan dalam beberapa pekan terakhir memang masih tinggi. Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim mengatakan, jika dibandingkan dengan Juni saat ini ada kenaikan hingga empat kali lipat.

Dia menuturkan, melihat lonjakan kasus yang terjadi pihaknya tidak memungkiri kemungkinan disebabkan oleh adanya varian delta Covid-19. "Ini mulai terlihat sejak akhir Mei. Sekarang sedang kita telusuri semua," tuturnya.

Selain menelusuri dari kasus yang sedang berkembang, disampaikan Muslim, tim saat ini juga tengah melakukan penelusuran terhadap satu spesimen yang dinyatakan sebagai varian delta oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).

"Jadi ada satu spesimen yang kita kirim Juli dinyatakan sebagai varian delta. Saat ini sedang kita telusuri dari mana penularannya dan siapa saja kontak eratnya," bebernya tanpa menyebutkan dari daerah mana spesimen itu.

Dia meminta agar masyarakat bersabar, tim di lapangan sekarang masih melakukan penelusuran di Banjarbaru dan Banjarmasin. "Nanti akan ketahuan, ke mana saja penularannya dan dari mana saja," pungkasnya.

Sementara itu, kemarin (9/8) tambahan kasus baru masih sangat tinggi, yakni 559 kasus. Sehingga membuat total terkonfimasi positif Covid-19 menjadi 54.679. Dari jumlah itu, 11.006 di antaranya masih dirawat, 42.069 lainnya sembuh dan 1.604 meninggal dunia. (ris/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona