Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Titik Api Mulai Terpantau Satelit, HSS Berstatus Siaga darurat Karhutla

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 13 Agustus 2022 - 18:37 WIB
PETA: Kalak BPBD HSS Kusairi menunjukkan wilayah yang sudah ada muncul titik api di posko kabupaten
PETA: Kalak BPBD HSS Kusairi menunjukkan wilayah yang sudah ada muncul titik api di posko kabupaten

Memasuki musim kemarau yang saat ini masih terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Terpantau berdasarkan satelit Aqua Terra sudah ada titik api atau hot spot di kabupaten setempat. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) HSS, Kusairi membenarkan saat ini sudah ada titik api di Kabupaten HSS.

“Iya ada satu titik api terpantau di Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Minggu (7/8) tadi,” ujarnya saat dikonfirmasi. 

Api yang membakar lahan gambut di Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan masuk sekitar area lahan perusahaan sawit ini terjadi sekitar sore hari dan baru berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian. 

“Lahan yang terbakar jauh dari pemukiman warga sekitar tujuh kilometer. Menuju lokasi untuk memadamkannya harus menggunakan ces (perahu bermesin kecil,red),” katanya.

Dari satu titik api yang sudah terjadi dan berhasil dipadamkan, ada beberapa hektare lahan yang terbakar. “Lahan yang terbakar sekitar 2,5 hektare,” katanya. Antisipasi mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemkab HSS sudah mengeluarkan surat keputusan bupati tentang penetapan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla.

“Status siaga darurat karhutla terhitung dari 1 Juli sampai 31 Oktober mendatang,” sebut mantan Camat Daha Barat ini. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG), puncak musim kemarau terjadi di bulan Agustus ini. Tetapi musim kemarau tahun ini tidak panjang. 

“Prakiraan BMKG tahun ini musim kemarau basah dan hanya sampai bulan Agustus saja. Karena awal bulan Oktober sudah masuk musim penghujan,” ucapnya. (shn/ij/bin)

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria