Cadangan batu bara di Kabupaten Balangan diperkirakan hanya mampu bertahan hingga 10 tahun mendatang. Cadangan batu bara di tambang Adaro keseluruhan sebanyak 785 juta ton.
Government Relations PT Adaro Indonesia, Iswahyudi membeberkan jumlah cadangan ini dibagi di tiga wilayah tambang. Pertama tambang Paringin (Balangan), lalu Wara (Tabalong), terakhir Tutupan (Balangan dan Tabalong). “Tambang Paringin cadangan paling 15 juta ton. Kemungkinan hanya mampu bertahan 3 tahun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Kabupaten Balangan, Senin (30/1).
Izin usaha pertambangan milik PT Adaro baru saja diperpanjang 10 tahun mendatang setelah habis di tahun 2022 tadi. Pihaknya belum mengetahui apa yang akan dilakukan setelah cadangan batu bara itu habis. “Kami masih belum tahu ya. Nantikan regulasi berubah, kebijakan pimpinan tentu kami masih menunggu juga. Terkait (rencana ke depan, red) itu kami masih belum bisa memastikan,” katanya.
Pemkab Balangan ingin memaksimalkan sektor tambang untuk mendongkrak pendapatan daerah. Kepala Badan Keuangan Daerah Balangan, Fahrianto dalam rapat tersebut menyatakan ada hak sebesar 2,5 persen dari keuntungan bersih produksi batu bara untuk pemda. “Ini penting untuk dibahas. Kami juga ingin membicarakan ini dengan Pemkab Tabalong. Karena produksi batu bara PT Adaro juga ada di sana,” bebernya.
Fahrianto berharap dari 2,5 persen tersebut, Balangan mendapat bagian paling banyak. “Kita lihat hasil produksinya, lebih banyak di Balangan atau Tabalong? Ini bisa jadi pertimbangan,” tambahnya.
Tapi, pemerintah tetap minta Adaro memberi data produksi batu bara secara bertahap. “Supaya angka ini menjadi pijakan bersama,” pungkasnya.(mal/az/dye)