“Tanaman ini sudah mulai mengganggu lahan pertanian sejak 10 tahun belakangan ini. Pertumbuhannya sangat cepat sehingga hampir rawa tertutup tanaman ini,” tandasnya. (mar/ij/ran)
Belukar yang biasa disebut susupan gunung mulai mengganggu pertanian rawa di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dampak dari tanaman invasif ini, petani kesulitan menggarap lahan pertanian akibat rawa tertutup. Maka dari itu, para kelompok tani membasmii tanaman tersebut dibantu dengan aparat TNI AD dari Koramil 08 Sungai Pandan Kodim 1001/HSU/BLG, Sabtu (8/4).
Kepala Dinas Pertanian HSU Masrai Syawafajar Nejar mengatakan permasalahan susupan gunung sudah cukup lama menjadi penghambat aktivitas pertanian di HSU.
Berbagai cara dilakukan untuk membasmi susupan ini. Baik itu lanjutnya dibakar, dibasmi menggunakan alat berat jenis ekskavator. “Cara terbaru menyemprot dengan cairan pestisida tertentu menggunakan alat drone,” ujar Masrai pada media ini.
Dia mengapresiasi upaya Koramil 08 Sungai Pandan bersama warga desa di wilayah binaannya yang melakukan aksi penyemprotan pestisida pada susupan gunung.
Selanjutnya, Dandim 1001 Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja lewat Babinsa 08/Sungai Pandan Sertu Joko Sudarmoko mengatakan pihaknya melakukan penyemprotan benalu menggunakan teknologi drone atau pesawat tanpa awak. Drone ini mampu membawa 10 liter air kimia. Yang dimana 10 liter mampu menyemprot lahan cukup luas dengan waktu singkat.”10 liter, mampu menyemprot lahan lebih dari 1 hektare,” terangnya yang menilai, dibanding cara lain, penggunaan pesawat tanpa awak dalam membasmi gulma sangat tepat.
Dia mengatakan keterlibatan TNI dalam aksi ini, tidak lain merupakan bentuk kepedulian TNI pada warga masyarakat khususnya di wilayah Koramil Sungai Pandan. Sementara itu, Gazali warga Sungai Pandan menyambut baik pembasmian gulma di rawa kecamatan. Tumbuhan ini sangat mengganggu dan meresahkan warga khususnya petani.