Jika Anda tipe gaspol saat berbuka puasa, menu satu ini sukar ditolak. Dagingnya lembut dan gurih, kuahnya asam dan segar. Nasi? Ayo tambah terus.
Oleh: ZALYAN S ABDI, Cantung
WAJAH-wajah cantik khas Melayu Banjar berseliweran di jalan aspal sempit, bantaran Sungai Cantung. Sekitar satu setengah abad silam, sungai ini merupakan saksi dari kejayaan Kerajaan Cantung.
Syiar Islam telah berkembang sejak zaman kerajaan. Sejarah mencatat dua nama yang memberikan sumbangan besar terhadap kesalehan orang Cantung: Pangeran Kusumanegara dan Kiai Achmad Dahlan alias Guru Cantung.
Nama terakhir begitu populer. Karena beliau adalah sahabat ulama di Martapura, Guru Sekumpul. Kemarin (7/4), penulis mengunjungi pasar wadai di pinggiran jalan Cantung. Lauk pauk khas lidah Banjar berjejer di lapak-lapak pedagang. Satu masakan nyaris ludes diserbu. Padahal beduk magrib masih jauh. Azan asar pun belum berkumandang.
“Kalau nanya yang laris, ya ini. Murah, cuma 15 ribu. Bungkus kah?” ujar Murni, perempuan berkerudung merah jambu. Hidangan yang Murni tunjuk itu namanya gangan asam patin.
Patin adalah ikan air tawar yang sangat populer di tengah meja makan orang Banjar.
Dagingnya lembut dan gurih. Melihat fotonya di medsos saja sudah membuat air liur menetes, apalagi melihatnya langsung di depan mata.
Seperti juga haruan, patin mudah ditemukan. Memeliharanya tidak sulit. Cukup bikin keramba di sungai, lalu tebar bibitnya. Ancaman terbesarnya hanya banjir. Di tanah ulama yang kaya sumber daya alam seperti Cantung, memelihara patin hanya persoalan niat dan modal awal.
Ada beberapa cara memasak patin. Tapi yang dipercaya tak pernah gagal memuaskan nafsu orang kelaparan adalah si gangan patin itu. Rempah segar dan irisan tomat plus aroma beras gunung, cukup membuat Anda gelap mata. Sampai lupa hadis Nabi, “Berhentilah sebelum kenyang.”
Kedahsyatan gangan patin dalam menggoyang lidah, sudah tidak diragukan. Karena itulah Anda harus punya moral yang kuat pula. Demi tetap bisa berdiri menunaikan salat magrib dengan khusyuk. Semestinya, Anda tidak sulit mengontrol nafsu. Faktanya, protein padat yang dimiliki patin akan memberikan perasaan kenyang. Cocok untuk yang sedang berdiet.
Patin juga mempunyai kandungan asam lemak omega 3. Membantu Anda mengatasi kecemasan–soal THR misalnya.
Juga mengatasi masalah daya ingat. Bukankah pas untuk anak-anak yang sedang menghapal ayat-ayat suci Al-Qur’an selama bulan Ramadan?
Patin yang dibeli lewat proses halalan thayiban, lalu dikonsumsi dengan bijak ketika berbuka, sepertinya bisa membantu kita meraih keutamaan Ramadan: sehat jiwa dan raga. Seperti yang telah diajarkan ulama-ulama Cantung. (gr/fud)