Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kapan Realisasi Kereta Api di Banua? Tunggu 2030

izak-Indra Zakaria • 2023-05-03 15:24:05
Photo
Photo

Wacana kereta api Kalimantan sudah terdengar sejak tahun 2015. Semoga kita panjang umur, hingga bisa melihatnya terwujud.

 

Dinas Perhubungan Kalsel memastikan, rencana pembangunan rel kereta api dari Banjarmasin ke Tanjung belum dibatalkan. Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi mengatakan, berdasarkan perencanaan nasional dari Kementerian Perhubungan, pembangunan rel kereta api sepanjang 196 kilometer itu mulai dibangun pada 2030 hingga 2035. “Pembangunan kereta api harus menunggu hingga betul-betul diprioritaskan pemerintah pusat,” katanya, Selasa (2/5).

Karena masih lama, dia menekankan, kereta api yang dibangun tidak mesti konvensional. Dalam artian menggunakan rel di atas tanah. “Kami berupaya melompat dua hingga tiga generasi teknologi kereta. Seperti MRT (mass rapid transit) atau LRT (light rail transit),” ujarnya. 

Lalu bagaimana dengan tawaran pembangunan kereta gantung dari investor asal Dubai? Fitri menjawab, tahun ini Dishub akan menggelar studi kelayakan terhadap teknologi yang ditawarkan. “Termasuk pilihan teknologi lainnya,” ungkapnya.

Studi kelayakan juga untuk menghitung jumlah investasi yang harus dikeluarkan. Seperti ongkos pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur. “Termasuk adopsi teknologi dan unit sarana transportasinya,” sebutnya. Ia menyebut, dengan studi ini, maka Kalsel bisa menjawab apa yang ditawarkan ke investor. “Tentu juga melihat apakah ini akan menguntungkan masyarakat atau tidak,” tukasnya. Untuk kereta gantung ini, Fitri menyampaikan, Pemprov Kalsel mempunyai beberapa pilihan investor.

Selain dari UsCovery Dubai, juga ada tawaran dari BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina – East Asian Growth Area) berupa pinjaman dari Korea Selatan. “Namun kita juga berupaya kereta ini dapat dibiayai APBN atau pun menarik investor lain dengan bantuan dari pusat,” ujar Fitri.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor menyatakan, kereta gantung yang ditawarkan para investor berupa gandola yang menggantung dan berjalan menggunakan kabel.

“Kalau memang terbangun, akan menjadi satu-satunya kereta gantung di Indonesia. Setelah Spanyol,” katanya, pertengahan April lalu. Estimasinya, pembangunan kereta gantung itu memerlukan Rp15 triliun. “Nilainya hampir sama dengan kereta konvensional di darat yang banyak memakan biaya pembebasan lahan,” ujarnya. Adapun rencana rutenya dari Banjarmasin menuju Bandara Syamsudin Noor, kemudian dari Banjarbaru menuju Martapura. “Panjangnya sekitar 40 kilometer,” ujar Ariadi. 

Ditekankannya, kereta gantung ini merupakan tawaran investor, bukan permohonan dari pemprov. (ris/gr/fud)

Editor : izak-Indra Zakaria