Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Lifestyle Nasional Bisnis

Jendela Seribu Sungai Sudah Tayang di Bioskop, Optimistis Sedot Banyak Penonton

izak-Indra Zakaria • 2023-07-21 13:13:54
TAYANGAN PERDANA: Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bersama sejumlah artis yang mengisi film Jendela Seribu Sungai (JSS). Foto diambil ketika premiere film Rp6,6 miliar itu ditayangkan pada 10 Juli tadi. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN
TAYANGAN PERDANA: Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bersama sejumlah artis yang mengisi film Jendela Seribu Sungai (JSS). Foto diambil ketika premiere film Rp6,6 miliar itu ditayangkan pada 10 Juli tadi. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN

 Film Jendela Seribu Sungai (JSS) yang digagas pemko melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudpar) Banjarmasin sudah bisa ditonton Kamis (20/7).

Di Studio XXI Duta Mall Banjarmasin misalnya, hanya satu studio yang menayangkan film tersebut. Terbagi dalam lima sesi. Sesi pertama, pukul 12.05 Wita. Sesi kedua, pukul 14.20 Wita. Sesi ketiga, pukul 16.35 Wita. Sesi keempat, pukul 18.50 Wita. Sesi terakhir, pukul 21.05 Wita.

Ketika dipantau di loket tiket pukul 16.10 Wita, sesi pertama dan kedua sudah ditayangkan. Namun, tidak diketahui berapa banyak kursi penonton yang terisi. Sedangkan untuk sesi ketiga hingga kelima, kursi penonton yang terisi cukup banyak. 

Untuk sesi ketiga, dari sebanyak 118 kursi yang tersedia, semuanya terisi alias full. Sedangkan sesi keempat, ada 101 kursi yang sudah terisi. Sesi terakhir, baru sebanyak 34 kursi yang terisi.

Selain di Studio XXI Duta Mall Banjarmasin, film yang digarap rumah produksi asal Jakarta, Radepa Studio itu juga ditayangkan di Kota Cinema Mall (KCM) Banjarmasin. Ditayangkan di satu studio. Terpantau ada dua sesi penayangan.

Pada pukul 15.15 Wita, dan pukul 19.15 Wita. Pada tayangan perdana, tidak diketahui berapa jumlah kursi penonton yang terisi. Namun pada sesi kedua, hingga pukul 16.10 Wita, dari sebanyak 175 kursi penonton yang disediakan, ada sebanyak 68 kursi terisi.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menaruh harapan besar film itu bisa sukses. Alasannya, ikhtiar yang dilakukan sudah sangat serius. “Promosinya juga sudah dilakukan di mana-mana,” ucapnya di Balai Kota, (20/7). 

Ia juga bilang promosi juga dilakukan melalui audiensi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA-RI). Supaya memberikan surat rekomendasi kepada seluruh Dinas PPA di Indonesia untuk menonton bareng Film JSS. “Film ini sangat bersinggungan dengan momentum Hari Anak Nasional (HAN) yang puncaknya tanggal 23 Juli mendatang,” ujarnya.

“Paling tidak di 28 kota, dan 100 layar Studio XXI diimbau menonton bareng. Karena ini adalah satu-satunya film petualangan anak-anak, dan pas dengan momentum HAN,” tekannya. Informasi diterima Ibnu, bahwa staf Menteri PPPA RI berkeinginan pada puncak HAN yang digelar di Semarang dilaksanakan kegiatan nonton bareng. “Nanti kami coba kontak studio di sekitarnya. Apakah bisa menggelar nonton bareng,” tutupnya. 

Diwartakan sebelumnya, Pemko Banjarmasin sudah lama ingin mengangkat novel JSS menjadi sebuah film. Alasannya, sebagai promosi pariwisata Kota Banjarmasin. Pada tahun 2022, rencana itupun direalisasikan.

Radepa Studio Jakarta ditunjuk untuk menggarap film tersebut. Digarap sejak 10 November 2022, film pun rampung akhir Desember 2022.

Selama penggarapan film, juga diwarnai dengan polemik. Selain karena dipandang bukan merupakan hal yang mendesak, film tersebut juga menelan anggaran yang tidak sedikit.

Menilik dari laman LPSE Banjarmasin, dana yang dikucurkan untuk penggarapan film JSS sebesar Rp6,6 miliar. Bersumber dari APBD Perubahan tahun 2022. Metode pengadaan dituliskan secara pengecualian.

Polemik terjadi karena rencana penggarapan film tersebut sebelumnya tidak sama sekali dibahas oleh Disbudporapar Banjarmasin bersama Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Banjarmasin.

Alhasil pada bulan Desember 2022, Komisi II DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas terkait. Menjawab polemik itu, Kepala Disbudporapar Banjarmasin yang saat itu dijabat Iwan Fitriadi menyatakan bahwa apa yang terjadi saat rapat banggar maupun RDP hanyalah sedikit miskomunikasi.(war/az/dye)

Editor : izak-Indra Zakaria