Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Semua Pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru Terapkan Pembayaran Non Tunai, Ini Penyebabnya

izak-Indra Zakaria • Jumat, 24 November 2023 - 20:09 WIB
ilustrasi QRIS
ilustrasi QRIS

Layanan pembayaran non tunai untuk transaksi jual beli kini hadir di Pasar Bauntung Banjarbaru. Namun belum semua pedagang bisa menerapkannya.

Melalui program Go Digital, pembeli tak perlu lagi mengeluarkan uang tunai untuk membayar barang yang dibelinya di Pasar Bauntung. Mereka bisa menggunakan media pembayaran non tunai, Quick Response code Indonesia Standard (QRIS).

Program Go Digital ini diluncurkan oleh Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin didampingi Kepala Cabang Bank BPD Kalsel Banjarbaru, Khairunnisa di Pasar Bauntung, Kamis (23/11) siang.

“Ini merupakan dampak positif dari kemajuan dan perkembangan teknologi yang senantiasa memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ucap Aditya usai peluncuran program itu. 

Fasilitas Go Digital dari Bank Kalsel ini kata Aditya, akan melayani penggunaan QRIS untuk pembayaran non tunai. 

“Diharapkan melalui digitalisasi ini nantinya bisa menjadi potensi penambah pendapatan pedagang, karena juga bisa menawarkan dagangan secara daring, tanpa batas, dan dapat membuka akses lebih luas ke masyarakat,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank BPD Kalsel Banjarbaru, Khairunnisa mengatakan, persentase transaksi secara digital atau pembayaran non tunai di Pasar Bauntung sudah mencapai 50 persen. "Sampai sejauh ini sudah berjalan walau belum semua. Terutama di los basah atau penjualan ikan, para pedagang agak kesusahan dengan alasan ponsel basah," bebernya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala UPT Pasar Bauntung Banjarbaru, Putra Yulianda Ariandi. Diakuinya, belum semua transaksi non tunai ini dilakukan, terutama oleh para pedagang di los basah. "Untuk los kering seperti baju dan bahan pokok lainnya, transaksi non tunai tidak ada kendala. Los basah masih ada kendala," ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya selalu memberikan imbauan atau sosialisasi melalui pengeras suara terkait layanan Go Digital ini. "Setiap hari Minggu pada saat padat pengunjung kami siarkan melalui pengeras suara agar masyarakat bisa transaksi non tunai," tuntasnya.

Sisi lain, salah seorang pembeli di Pasar Bauntung Banjarbaru, Ridha berharap pembayaran non tunai bisa dilayani oleh semua pedagang. "Supaya bisa sekalian saja tidak bawa uang, karena bayarnya non tunai semua," ujarnya.

Ia mengapresiasi Pemko Banjarbaru yang memberikan layanan pembayaran non tunai untuk transaksi jual beli di Pasar Bauntung. "Bagus sih programnya, karena kita bisa ke pasar tanpa harus membawa uang banyak-banyak," pungkasnya. (*)

 
Editor : izak-Indra Zakaria