"Tapi tidak bisa sama persis. Karena menyesuaikan dengan ketersediaan lahan," ungkapnya. "Yang jelas akan lebih landai dari yang sekarang curam," tambah Syafiq.
Selain itu, PUPR juga masih menghitung kebutuhan anggaran untuk merombak oprit tersebut. "Kalau tidak bisa dikerjakan di APBD Perubahan 2024 nanti, akan kami perjuangkan di APBD 2025 mendatang," janjinya.
Artinya, tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Saat ini, PUPR hanya akan memasang rambu peringatan di situ. Ditambah membuat turunannya menjadi lebih kasar. "Ini mitigasi atau pencegahan kecelakaan. Agar pengendara lebih berhati-hati," tutupnya.
Diwartakan sebelumnya, turunan curam itu telah menelan banyak korban. Tidak hanya pengendara motor, tapi juga pesepeda.
Terakhir, pada 12 Juni 2023, dua warga Teluk Ujung Benteng celaka. Motor matic yang mereka kendarai meluncur bebas. Menabrak pembatas jembatan. Lelaki yang dibonceng terlempar.
PUPR lalu menyalahkan rem blong sebagai penyebab rentetan kecelakaan itu.
Keluhan masyarakat kemudian ditampung anggota DPRD Banjarmasin, Afrizaldi yang sedang reses di Pulau Bromo, belum lama tadi.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu berjanji bakal memanggil PUPR untuk membicarakan aspirasi masyarakat. "Ini permasalahan yang harus diselesaikan," kata Afrizaldi. (*)