Ternyata, Anggaran Pembangunan Jembatan Basit Bersumber Dari Sini
Fauzan Ridhani• Rabu, 21 Februari 2024 - 00:10 WIB
PADAT: Jembatan Sei Alalak atau populer disebut Jembatan Basit.(dokumentasi Radar Banjarmasin)
Jembatan Basit merupakan jembatan ikonik yang ada di Kalsel. Membentang di kawasan Kayutangi, Banjarmasin hingga Handil Bakti, Kabupaten Batola. Jembatan Basit merupakan jembatan dengan model kabel stayed dan melengkung. Pada malam hari, Jembatan Basit sangat indah karena ditaburi cahaya berwarna-warni
Nama asli Jembatan Basit adalah Jembatan Alalak, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada OOktober 2021. Hingga saat ini, Jembatan Basit menjadi jalur lalulintas utama, terutama bagi warga Banjarmasin dan Handil Bakti.Pembangunan Jembatan Basit menyerap anggaran negara sebesar ratusan miliar Rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Salah satu sumber pembiayaan yang digunakan dalam APBN adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)
"Jembatan Basit adalah salah satu proyek infrastruktur di Kalsel yang pembangunannya dibiayai oleh APBN yang salah satu sumbernya dari SBSN atau Surat berharga negara (SBN)," ungkap Syafriadi, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel dalam acara Edukasi dan Sosialisasi Pembiayaan APBN dan Surat Berhatrga Negara (SBN) Ritel di Aula DJPb Kalsel, Jalan S Parman, Banjarmasin, Senin (19/2/2024).
Di acara yang sama, Kepala Subdirektorat Analisis Keuangan Pasar Surat Utang Negara, Singgih Gunarsa menyatakan masyarakat bisa membeli SBN ritel yang dijual oleh Pemerintah di Pasar Perdana.
"SBN bisa dijadikan sebagai investasi yang menarik. Apalagi, SBN memiliki banyak kelebihan dibanding investasii lainnya," ujar Singgih.
Dibandingkan Deposito, investasi SBN ritel memiliki imbal hasil yang lebih tinggi sebesar kurang lebih 6 persen, sedangkan deposito hanya kurang lebih 3 persen.
"Dari sisi pajak juga lebih rendah, pajak bunga SBN hanya 10 persen, sedangkan deposito 20 persen," sambungnya.
Salah satu SBN ritel yang sedang dijual saat ini adalah OIR025-T3 dan ORI025-T6 yang ditawarkan sejak 29 Januari 2024 hingga 22 Februari 2024.
Sebagai ilustrasi, jika seseorang berinvestasi di ORI025-T3 sebesar Rp100 juta, maka ia akan mendapatkan kupon bruto per bulan sebesar Rp520.800, dipotong pajak 10 persen, menjadi Rp462.720.
Pemesanan SBN ritel online sangat mudah, yakni cukup registrasii ke mitra distribusi untuk membuat rekening. Setelah rekening selesai dibuat, calon investor dapat meakukan pembayaran dan memperoleh konfirmasi.
Mitra distribusi SBN Ritel adalah 18 bank besar di Indonesia seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BCA.
Serta lima perusahaan efek dan empat perusahaan Fintech seperti Bibit dan Bareksa.
Dengan berbagai kelebihan, diharapkan masyarakat Kalsel bisa semakin tertarik membeli SBN ritel sebagai investasi.
"Saat ini, Kalsel menempati peringkat ke 15 nasional dalam penjualan SBN ritel dan masih bisa meningkat mengingar masyarakat Kalsel mempunyai kemampuan berinvestasi yang cukup baik," tandasnya. (*)