"Tidak termasuk anggaran pembebasan lahan ya," ujarnya, Selasa (16/4).Tidak banyak yang dibebaskan, sebab sebagian lahan sudah tersedia. Di sisi Sungai Andai, ada lahan fasum yang telah diserahkan pihak perumahan kepada pemko. Sementara di sisi Cemara Ujung, pembebasan lahannya sedang diproses.
"Untuk pengerjaan tahap awal digelontorkan Rp12,6 miliar. Sisanya di APBD Perubahan," jelas Suri. Terkait teknis proyek, Kepala Bidang Jembatan PUPR Banjarmasin, Syafiq Huwaida menambahkan, jembatan gantung itu hanya bisa dilewati roda dua atau sepeda motor.
Sedangkan roda empat, hanya ambulans dan damkar saja yang boleh melintas. "Hanya yang bersifat emergency alias darurat," ucapnya. "Jadi perlu ditekankan, penggunaan jembatan gantung itu hanya untuk roda dua," tekannya. Pada tahap pertama, dibangun jalan, konstruksi jembatan pendekat, dan abutmen. "Sedangkan di tahap kedua, pemasangan kabel jembatan gantungnya," jelasnya.
Untuk persiapan proyek, PUPR telah menunjuk pengawas konstruksi. "Kami perkirakan sudah teken kontrak pada awal Juli mendatang," tutupnya. (*)