Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Level Stunting Banjarbaru Terendah di Kalsel, Segini Angkanya..

M Fadlan Zakiri • Jumat, 26 April 2024 - 19:50 WIB
CEGAH STUNTING: Anak-anak saat mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk pencegahan stunting di Posyandu Seger Waras Kelurahan Sungai Ulin, baru-baru tadi. (FOTO: MEDIA CENTER BANJARBARU)
CEGAH STUNTING: Anak-anak saat mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk pencegahan stunting di Posyandu Seger Waras Kelurahan Sungai Ulin, baru-baru tadi. (FOTO: MEDIA CENTER BANJARBARU)

 

Pemerintah Kota Banjarbaru berhasil menekan angka stunting di daerah ini menjadi yang terendah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Berdasarkan hasil survei Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Kota Idaman berhasil ditekan hingga di level 12,4 persen.

Angka itu menjadi yang terendah, dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Banua. Diikuti Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan prevalensi 13,0 persen dan Kabupaten Tapin 14,4 persen. 

“Alhamdulillah, terimakasih untuk semua yang terlibat dan berkontribusi dalam upaya penurunan stunting di Banjarbaru. Semoga kita bisa lebih maksimal pada 2024 ini,” ucap Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, saat dihubungi via telepon, Kamis (25/4) malam.

Ia mengakui, keberhasilan ini tidak dicapai dengan mudah. Sebab perlu kerja sama yang apik antar instansi dan lembaga agar masalah stunting bisa teratasi.

Selain itu, menurutnya kesuksesan mereka menekan angka stunting juga berkat segala rancangan yang dilakukan, dimulai dengan pendataan dan dilanjutkan dengan program-program spesifik dan efektif.

Program ini sendiri, jelas Aditya, mencangkup pemenuhan kebutuhan gizi, kebersihan dan kelayakan lingkungan tempat tinggal masyarakat Banjarbaru. “Program yang kita jalankan sepanjang 2023 ialah pembagian susu, vitamin dan telur untuk anak-anak usia sekolah dasar. Termasuk peningkatan kualitas lingkungan, perbaikan sanitasi, bedah rumah, dan lain-lain,” terangnya.

Diakuinya, keberhasilan ini juga merupakan buah dari kerja sama pihaknya yang mengandalkan sifat gotong royong warga Banjarbaru.

Kinerja Pemko Banjarbaru semakin terdorong dengan informasi-informasi yang diberikan masyarakat, baik secara langsung, sosial media, maupun aplikasi digital. “Semua masalah terdeteksi dan kami tindaklanjuti. Alhamdulillah di Banjarbaru, sinergi dari seluruh elemen masyarakat bersatu,” katanya.

Bahkan, lanjut Aditya, saat ini pihaknya secara rutin, melakukan pelaksanaan rembuk stunting di tingkat kota, mulai dari kecamatan, kelurahan, puskesmas, PKK, tiga pilar dan peran serta tokoh masyarakat.

Salah satu program rembuk stunting yang baru saja dilaunching adalah Gerakan Dua Ribu Pencegahan Stunting (Rabu Penting). "Dari Rp2 ribu ini berdampak sangat besar,” sebutnya.

Program yang diluncurkan di Kecamatan Banjarbaru Utara ini menyasar warga sekitar, khususnya ibu hamil. Dana dihimpun langsung tim penggerak PKK kecamatan setempat. "Dana yang terhimpun dimasukkan ke Yayasan Mentaos Peduli," ucap Camat Banjarbaru Utara, Sofyan Hendratno.

Dana itu kemudian dialokasikan untuk asupan pemenuhan kebutuhan gizi atau makanan tambahan ibu hamil di Kecamatan Banjarbaru Utara. (*)

 
 
Editor : Indra Zakaria