"Tapi, hari ini kami pastikan sudah normal seperti semula,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/5/2024) sore. Kondisi ini, jelas Fitri, terjadi akibat ada keterlambatan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar ke SPBU yang biasa digunakan untuk operasional BRT, yakni SPBU Banua Anyar, Banjarmasin.
Selain di SPBU Banua Anyar, pengelola BRT Banjarbakula juga sempat mencari pasokan BBM ke sejumlah SPBU alternatif lainnya, Namun hasilnya nihil.
“Tetap tidak bisa kami paksakan juga, karena selain harus mengikuti panjangnya antrean, jumlah BBM yang didapat juga tidak menutupi keperluan untuk operasional BRT,” ujarnya.“Gara-gara itu, yang biasanya layanan penumpang sudah dimulai pada pukul 09.00 wita terpaksa tidak bisa kami jalankan,” ungkap Fitri.
Meski demikian, ia memastikan jika kondisi itu hanya terjadi sehari saja. Sebab pada Rabu (15/05/2024) pagi, pihaknya sudah mendapat pasokan BBM untuk kebutuhan operasional BRT.
Meski hanya sehari, kondisi ini diakui Fitri sangat berdampak terhadap program pelayanan angkutan massal yang dijalankan Dishub Kalsel.
Agar kelangkaan BBM ini tidak terulang, Dishub Kalsel berencana akan menemui pihak Pertamina untuk menjamin ketersediaan pasokan Bio Solar, “Kami berharap pasokan Bio Solar bisa tetap stabil supaya ke depannya tidak ada lagi penghentian operasional hanya karena kesulitan mencari BBM,” pungkas Fitri. “Sekarang sudah kembali beroperasi seperti biasa,” tekannya. (*)