Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banjarmasin Langka Elpiji (Lagi)

Wahyu Ramadhan • Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:45 WIB
OPERASI PASAR: Warga mengantre di kantor Kelurahan Kuripan untuk mendapatkan tabung gas 3 kg sesuai HET. (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)
OPERASI PASAR: Warga mengantre di kantor Kelurahan Kuripan untuk mendapatkan tabung gas 3 kg sesuai HET. (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)

Prokal.co - Tabung gas elpiji 3 kilogram kembali langka. Kalau pun ada, harganya melambung tinggi.

Di Banjarmasin, kondisi ini terus berulang. Mengatasi itu, Pemko Banjarmasin bersama PT Pertamina menggelar operasi pasar di sejumlah kawasan, Jumat (17/5) pagi.

Seperti di Kuripan, Surgi Mufti, Sungai Andai, Alalak Utara, Sungai Miai, Belitung Utara, Basirih, Kuin Selatan, Kuin Cerucuk, Telaga Biru dan Belitung Selatan.

Dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18.500 per tabung, sebuah kesempatan langka. Warga pun rela mengantre sejak pagi.

Seperti yang tampak di kantor Kelurahan Kuripan. Sumiasih mengaku kesulitan membeli tabung melon itu.

"Kalau ada sudah Rp30 ribu," kata warga Banjarmasin Timur itu.Senada dengan Asmaniah. Suatu waktu, karena terdesak kebutuhan, ia terpaksa merogoh Rp35 ribu.

"Mau tidak mau, daripada tidak bisa memasak," kata warga Jalan Kuripan Gang Satu itu. "Sudah setengah bulan ini langka," keluhnya.

Sementara itu, Lurah Kuripan, Yoyok Hardianto menyebutkan, dalam operasi pasar ini disediakan 560 tabung.

Agar pembagiannya adil, pihaknya menerapkan sistem kupon."Jadi tidak semua warga kebagian.

Kami meminta ketua RT membagikan kupon kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan," tegasnya.

Dia berharap, operasi pasar ini tidak bersifat dadakan, tapi bisa dirutinkan. "Untuk membantu warga," harapnya.

 

Respons Ibnu

Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg ini juga mengusik Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. 

Melalui akun Instagram pribadinya, Ibnu mengaku telah menginstruksikan pada Bagian Ekonomi Setdako Banjarmasin untuk berkoordinasi dengan Pertamina.

Para camat juga diminta mengecek di kelurahan mana saja kelangkaan itu terjadi. 

Ibnu juga meneruskan pernyataan Pertamina, bahwa tidak ada pengurangan kuota penyaluran gas bersubsidi tersebut. 

"Tetap sebanyak 22.982 tabung per hari selama bulan Mei 2024," kata Ibnu. 

Soal penyebab, Ibnu membeberkan, pada hari libur nasional dan cuti bersama kemarin, gas bersubsidi itu memang tidak didistribusikan.

Hingga berdampak pada kelangkaan gas. "Tidak ada penyaluran inilah yang mengakibatkan gangguan dan kelangkaan," ujarnya. 

Pertamina sendiri telah membuat regulasi agar penyaluran gas bersubsidi itu tepat sasaran.

Sejak Januari 2024, pangkalan gas yang bekerja sama dengan Pertamina hanya melayani konsumen yang terdaftar di aplikasi My Pertamina. 

Ibnu mengimbau masyarakat pengguna gas bersubsi di yang belum terdaftar di aplikasi My Pertamina agar segera mendaftar.

Bawa KTP dan KK ke pangkalan gas terdekat. "Nanti akan dibantu didaftarkan," tutupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria