Sehingga, hal inilah yang diduga jadi salah satu penyebab banjir di sekitar kawasan Sapta Marga tersebut. Dedi Hidayat menuturkan pembangunan Jembatan Simpang 3 Lingkar Utara dimulai pada minggu pertama bulan Juni 2024.
Jenis jembatan akan dibangun dengan standar kelas B yang menggunakan dana dari APBD Murni tahun 2024 sebesar Rp8 miliar.
“Insya Allah selesai tepat waktu dan dapat kembali dinikmati oleh warga pada awal 2025,” ujarnya. Dengan penutupan tersebut, Dedi menyebut akan ada rekayasa pada beberapa arus lalu lintas sementara proyek tersebut berlangsung.
“Nanti juga akan ada petugas yang berjaga di lokasi untuk membantu mengalihkan jalur,” tuturnya.
Terpisah, Kabid Lalu Lintas Jalan di Dishub Kota Banjarbaru, Adi Royan Pratama membenarkan jika sejak tanggal 1 Juni 2024 akan ada penutupan sekaligus pengalihan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut.
Untuk di bagian ruas Jalan Karang Anyar, jelas Adi, pengalihan arus akan dilakukan mulai pertigaan Karang Anyar - Jalan Kebun Karet.Bagi warga yang ingin menuju ke Bandara Syamsudin Noor lewat arah Jalan Karang Anyar tersebut akan dialihkan ke Jalan Kebun Karet. “Sedangkan di sisi satunya (Jalan Lingkar Utara menuju tengah kota) akan dialihkan dialihkan ke Jalan Bina Putra,” sambungnya.
Ia berharap agar masyarakat bisa mengikuti arahan petugas yang nantinya akan berjaga di setiap titik pengalihan arus tersebut.
“Kedua titik pengalihan arus ini tertuju ke ruas Jalan A Yani, sifatnya hanya sementara alias sampai proses pembangunan jembatan selesai,” kata Adi. (*)