Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Parkir Liar di Samping Duta Mall, Cuma Patuh Pas Ada Polisi

Wahyu Ramadhan • 2024-06-26 13:45:00
DIANGKUT PETUGAS: Delapan buah sepeda motor yang parkir di bahu Jalan Simpang Ulin diangkut dan dibawa petugas ke Mapolresta Banjarmasin. (Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin)
DIANGKUT PETUGAS: Delapan buah sepeda motor yang parkir di bahu Jalan Simpang Ulin diangkut dan dibawa petugas ke Mapolresta Banjarmasin. (Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin)

 

Pemilik sepeda motor kocar-kacir, bergegas menyeret kendaraannya menjauh dari bahu Jalan Simpang Ulin, kawasan Duta Mall. Terjadi ketika armada Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polresta Banjarmasin datang ke lokasi, Selasa (25/6) petang. Sepeda motor yang masih parkir di situ pun dikenai sanksi tilang.

Pantauan Radar Banjarmasin, ada delapan unit motor yang ditilang. Semuanya diangkut ke Mapolresta Banjarmasin.  Salah seorang pengendara, Lida mengaku tak tahu dilarang parkir di bahu jalan tersebut. "Melihat banyak yang parkir di sini, saya pun ikut-ikutan," kata karyawati di salah satu tenant mal itu.

 

"Biasanya saya memarkir motor di dalam RSGM (rumah sakit gigi dan mulut seberang mal)," tambahnya.Sebelum ditertibkan, parkiran di bahu jalan itu selalu berjubel dan kerap memicu kemacetan.
Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Donny mengatakan ada sejumlah kawasan yang disasar. Mulai dari Jalan Hasanuddin HM, Jalan Ahmad Yani kilometer 1, sampai ke Jalan Simpang Ulin.

Mereka yang tidak parkir di kantong parkir resmi pun ditindak. "Padahal sudah ada plang larangan parkir, tapi masih saja ada temuan," ujarnya. Penertiban berlangsung selama tiga hari. Siang dan malam. Ojek online (ojol) yang biasa mangkal di sana juga ditegur.

"Tapi ya begitulah masyarakat Banjarmasin, patuh saat ada polisi. Kalau sudah tak ada, mereka kembali lagi," kata Donny. Senada dengan Kepala UPTD Parkir Dishub Banjarmasin, Umar. Ia menyatakan penertiban sudah teramat sering. "Tapi mereka kembali lagi ketika tidak ada petugas," tambahnya.

 

Umar meminta pengelola pusat perbelanjaan untuk lebih memerhatikan ketersediaan lahan parkir. "Saya rasa, mereka yang parkir di sini karena menghindari tarif parkir di dalam mal," duganya.

"Enggan terbebani tarif parkir. Terutama para ojol, yang ke dalam pusat perbelanjaan hanya untuk mengambil pesanan," tambahnya. Umar berjanji ke depan akan berkoordinasi dengan pihak mal untuk mencarikan solusinya. (*)

 
Editor : Indra Zakaria