Setelah belajar di bawah tenda, siswa SDN Mawar 7 Banjarmasin kini beralih ke ruang musala dan unit kesehatan sekolah (UKS).
Kondisi memprihatinkan ini menyusul amblesnya bangunan sekolah di Jalan Cempaka IX, Banjarmasin Tengah, itu pada 7 Agustus 2024. Hasil analisis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, kerusakan bangunan sekolah mencapai 68 persen. Tidak aman untuk siswa dan guru.
"Kelas 5 belajar di musala dan UKS. Sementara kelas 1 dan 2 memakai sistem shift," ujar salah seorang guru, Aprial Al-Kautsar.Sambil menunggu rencana pemindahan siswa ke sekolah-sekolah terdekat seperti SDN Mawar 2, Mawar 4, Mawar 6, dan Mawar 8 yang diklaim masih sebatas wacana.
Relokasi guru dan siswa itu rekomendasi Dinas Pendidikan Banjarmasin. Tapi belum diputuskan karena masih menunggu membereskan masalah administrasi dan pendataan aset.
"Pembicaraan memang sudah ada, tapi kami masih menunggu," ucapnya. Meski demi keselamatan siswa dan guru, rencana relokasi itu menimbulkan sedikit kekhawatiran. Terutama terkait aset sekolah.
"Sekolah kami ada dua rombongan belajar. Ada kelas A dan B, sehingga jumlahnya 12 kelas. Kalau ada kelas yang terpaksa pindah, aset kami tentu sulit untuk menghitungnya," tutupnya. (*)