Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banjir di Kabupaten Banjar: Ribuan Rumah Terendam, Sekolah Terpaksa Daring

Indra Zakaria • Minggu, 19 Januari 2025 - 16:11 WIB
TERENDAM: Sejumlah guru di SDN Pekauman 1 memeriksa kondisi banjir yang merendam sekolahnya pada Jumat (17/1). (Foto: M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
TERENDAM: Sejumlah guru di SDN Pekauman 1 memeriksa kondisi banjir yang merendam sekolahnya pada Jumat (17/1). (Foto: M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

Banjir memaksa sejumlah sekolah di Kabupaten Banjar mengalihkan aktivitas belajar nya menjadi daring atau online.

Hal tersebut terjadi karena luapan Sungai Martapura yang semakin meluas. Dari informasi yang terhimpun Jumat (17/1), ada beberapa sekolah yang terpaksa merumahkan siswanya. Di antaranya SDN Pekauman 1 di Kecamatan Martapura Timur.

“Mulai hari ini, seluruh anak murid belajar di rumah. Menghindari risiko kecelakaan, dan juga aliran luapan Sungai Martapura yang deras,” kata Guru SDN Pekauman 1, Lialina.

Ia menjelaskan banjir naik cepat ke teras sekolah sejak Kamis sore. Bahkan, air sudah sampai ke dalam kelas kemarin. “Air masuk ke kelas empat, lima, dan enam. Kalau kelas sisanya berlantai keramik, sehingga licin. Apalagi anak–anak yang sangat aktif, takut tergelincir,” jelas Lialina.

Ia menuturkan, walau para siswa saat ini tidak belajar di kelas, mereka masih aktif melakukan pembelajaran di rumah secara daring. “Kami akan melakukan pembelajaran melalui aplikasi WhatsApp,” tuturnya.

Jika banjir masih merendam sekolah, siswa akan belajar di rumah sampai debit air turun dan dianggap sudah aman. “Kemungkinan tetap belajar di rumah, demi meminimalkan risiko yang akan terjadi terhadap anak murid,” tukasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Gambut 7. Sekolah yang beralamat di Jalan A Yani KM 14,5 Gang Antasari, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar tersebut juga terpaksa merumahkan siswanya.

Para guru khawatir air kotor akan menimbulkan penyakit kalau dipaksakan belajar ke sekolah. Genangan air ini kurang sehat, karena ada sampah dan sebagainya. Khawatirnya ada penyakit untuk anak-anak seperti gatal-gatal dan penyakit lainnya,” jelasnya.

Kepsek SDN Gambut 7 , Norlaila menyampaikan banjir sudah menggenangi sekolah hampir 7 hari. Apalagi seluruh ruang kelas dan halaman sekolah terendam banjir. “Anak-anak yang kami belajarkan di rumah sudah 3 hari untuk kelas satu. Sedangkan kelas di atasnya baru hari ini, karena air sudah agak tinggi dibanding hari sebelumnya,” ujar Norlaila, Kamis (16/1) siang.

Meskipun 177 muridnya dirumahkan, lanjut Norlaila, para siswa dan siswi tetap diberikan tugas melalui daring agar para siswa tetap melakukan kegiatan belajar di rumah. Ia membeberkan bahwa banjir di SDN Gambut 7 selalu terjadi di musim hujan setiap tahun sejak 2021.

“Alhamdulillah sebelumnya Disdik Banjar telah meninggikan sebagian ruang kelas kami. Semoga nanti untuk ruang kelas yang masih belum ditinggikan bisa segera mendapatkan rehabilitasi,” harap Norlaila.

Lebih 2 Ribu Rumah Terendam

Tercatat 2.102 rumah di Kabupaten Banjar terendam banjir. Kabid Kedaruratan dan Logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Yayan Daryanto mengatakan rumah terdampak banjir terjadi di 6 kecamatan yang tersebar di 21 desa.

“Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, Gambut, dan Cintapuri Darussalam,” kata Yayan, di Kantor BPBD Banjar pada Jumat (17/1).

Yayan menjelaskan intensitas curah hujan tinggi selama empat hari lalu menyebabkan banjir. Bahkan, luapan air sungai Martapura juga menjadi salah satu penyebab banjir pada permukiman yang berada di tepian sungai. “Walau begitu, masyarakat masih dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa,” jelas Yayan.

BPBD Banjar memperkiraan musim hujan penuh berlangsung sampai April 2025. Ia menambahkan dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofi sika (BMKG) Kalsel, curah hujan penuh di tahun 2025 akan di mulai dari saat ini. “Mulai dari Januari, Februari, dan April 2025. Maka dari itu, saat Maret air akan surut,” ungkapnya.(*)

 

Editor : Indra Zakaria