Sempat ramai dikunjungi masyarakat pasca banjir belakangan tadi, Sungai Baruh di Jalan Baruh, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang kini ditutup.
Ketua RT 02 / RW 01 Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Hendra mengatakan, mereka telah memasang spanduk larangan dan pembatas agar tidak ada lagi yang beraktivitas di sungai itu.
Ia menyampaikan, penutupan wisata dadakan tersebut dilakukan lantaran pernah ada seorang pelajar nyaris tenggelam di sana. Selain itu, di lokasi itu juga pernah ditemukan pemuda tewas akibat ditusuk.
“Selain dua peristiwa itu, kondisi sampah juga memprihatinkan. Jadi kami sepakat sungai ditutup sejak Selasa (11/2) tadi,” kata Hendra. Lurah Landasan Ulin Selatan, Muhammad Fatah menambahkan, larangan aktivitas di Baruh juga tak lepas dari masukan tokoh masyarakat.
Sebelumnya, kelurahan telah berkoordinasi dengan para Ketua RT dan Ketua RW 1 Landasan Ulin Selatan untuk rembuk nasib lokasi wisata dadakan itu.
“Diskusi lumayan panjang dan kami sampaikan dari sisi positif, namun dari sisi negatif dalam dua pekan terakhir ada penusukan. Keputusannya adalah pelarangan aktivitas terlebih dahulu,” tegasnya.
Sosialisasi larangan aktivitas di Baruh juga telah dilakukan oleh Ketua RT dan RW 1 pada Senin (10/2) tadi. Sasarannya adalah pengunjung maupun warga yang beraktivitas di sana. (*)
Editor : Indra Zakaria