Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cegah Banjir Meluas: BNPB dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Kalimantan Selatan

Redaksi Prokal • 2026-01-10 14:00:00
Pesawat khusus Operasi Modifi kasi Cuaca (OMC) disiagakan BNPB untuk menabur bahan semai di langit Kalimantan Selatan.
Pesawat khusus Operasi Modifi kasi Cuaca (OMC) disiagakan BNPB untuk menabur bahan semai di langit Kalimantan Selatan.

 

BANJARBARU – Menanggapi tingginya intensitas hujan yang memicu banjir di berbagai wilayah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan. Langkah darurat ini diambil untuk menekan curah hujan di daratan dan meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi yang semakin mengancam keselamatan warga.

Operasi ini ditandai dengan mendaratnya pesawat khusus jenis Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-MAX di Bandara Lanud Sjamsudin Noor pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WITA. Direktur Kedaruratan BNPB, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa tim langsung bergerak melakukan penerbangan perdana untuk menaburkan sebanyak satu ton garam pada awan-awan potensial hujan hingga tengah malam.

Secara teknis, proses modifikasi cuaca ini dilakukan dengan cara "menghadang" awan hujan sebelum mencapai daratan. Melalui penyemaian garam, potensi hujan akan dijatuhkan lebih awal di atas permukaan laut. Dengan dialihkannya titik jatuhnya hujan ke area perairan, volume air yang turun di pemukiman dan lahan pertanian warga diharapkan berkurang secara signifikan sehingga risiko luapan sungai dapat ditekan.

Pelaksanaan OMC tahap pertama ini direncanakan akan berlangsung selama lima hari ke depan. Pemerintah akan melakukan evaluasi secara ketat setiap harinya untuk memantau efektivitas operasi serta menentukan apakah kegiatan ini perlu diperpanjang berdasarkan perkembangan cuaca terkini. Pengalaman serupa pada awal tahun 2025 menunjukkan bahwa strategi ini cukup efektif dalam mengurangi frekuensi hujan lebat dan membantu banjir di sejumlah kawasan lekas surut.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Rony Eka Saputra, menyambut baik dimulainya operasi udara ini sebagai bagian dari mitigasi bencana yang komprehensif. Ia berharap intervensi cuaca ini dapat memberikan kesempatan bagi wilayah-wilayah yang saat ini masih tergenang air untuk segera kering, sekaligus mencegah terjadinya tanah longsor di daerah perbukitan akibat jenuhnya kondisi tanah oleh air hujan yang turun terus-menerus.

Editor : Indra Zakaria