AMUNTAI — Bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) meluas hingga merendam 124 desa yang tersebar di 9 kecamatan. Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops BPBD HSU per Minggu (11/1), tercatat sebanyak 23.395 warga dari 8.067 Kepala Keluarga terdampak langsung oleh kenaikan debit air yang terjadi sejak awal Januari 2026.
Dampak luapan air ini tidak hanya merendam 8.678 unit rumah warga, tetapi juga melumpuhkan berbagai fasilitas publik. BPBD mencatat 17 fasilitas pendidikan, 8 tempat ibadah, 4 fasilitas kesehatan, dan 9 fasilitas umum lainnya ikut tergenang. Selain itu, akses mobilitas masyarakat terhambat serius akibat 13.832 ruas jalan yang kini terendam air dan sulit dilalui.
Kecamatan Sungai Pandan menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak yakni 25 desa, disusul Babirik dengan 21 desa, Amuntai Tengah 17 desa, serta Amuntai Selatan 16 desa. Wilayah lain seperti Sungai Tabukan, Amuntai Utara, Haur Gading, dan Danau Panggang juga melaporkan kondisi serupa dengan ketinggian air yang bervariasi.
Kepala Pelaksana BPBD HSU, H. Syamrani, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan mendirikan posko induk siaga darurat di kawasan Tugu Itik Amuntai, tepat di pinggiran Sungai Negara. Posko ini direncanakan beroperasi selama sepekan ke depan untuk memantau fluktuasi air dari kiriman Sungai Balangan, Tabalong, dan Negara.
Hingga saat ini, bantuan logistik telah mulai disalurkan kepada sekitar 6.180 warga yang membutuhkan. BPBD terus melakukan pemantauan melalui Sistem Peringatan Dini (EWS) dan papan ukur manual, mengingat grafik ketinggian air masih menunjukkan angka yang dinamis antara 6 hingga 9,7 sentimeter pada titik ukur tertentu.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengamankan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi dan segera mematikan aliran listrik jika air mulai memasuki rumah. Warga juga diminta menghindari aktivitas di bantaran sungai atau area dengan arus deras demi keselamatan jiwa. Bagi masyarakat yang ingin melaporkan kondisi darurat, BPBD HSU telah membuka layanan kontak di nomor 0899 8827 555 atau 0813 5204 2050. (*)
Editor : Indra Zakaria