Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tragedi di Loktabat Selatan: Pria Asal HST Ditemukan Tewas di Bawah Menara BTS

Redaksi Prokal • 2026-01-30 14:15:00
Diduga jatuh dari atas BTS, pria dari HSS ditemukan tewas di kebun warga di Banjarbaru. (Humas Polres Banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)
Diduga jatuh dari atas BTS, pria dari HSS ditemukan tewas di kebun warga di Banjarbaru. (Humas Polres Banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)

 

BANJARBARU – Warga di sekitar Jalan RO Ulin Gang Sapta Warga, Kelurahan Loktabat Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang tergeletak di kebun belakang rumah warga pada Kamis (29/1/2026) sore. Korban yang diketahui berinisial AY (25), warga asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ditemukan dalam kondisi mengenaskan sekitar pukul 16.37 WITA dengan luka berat di bagian kepala dan kaki.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, menjelaskan bahwa penemuan tersebut bermula saat seorang saksi mata bernama Sariyem mendengar suara benturan keras yang menyerupai benda jatuh. Saat dilakukan pengecekan ke arah belakang rumah, saksi mendapati pohon pisang miliknya rusak dan melihat korban sudah terkapar bersimbah darah. Temuan tersebut segera dilaporkan ke Ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas Polres Banjarbaru mengungkap adanya menara BTS Telkomsel setinggi 42 meter yang berdiri tepat di samping lokasi penemuan. Polisi menemukan celah pada pagar menara yang diduga menjadi akses masuk korban ke area terlarang tersebut. Di sekitar menara, ditemukan pula pakaian milik korban berupa kaos biru dan sarung cokelat, sementara saat ditemukan korban hanya mengenakan celana pendek.

Pihak medis dari RS Idaman Banjarbaru yang melakukan visum mengonfirmasi bahwa korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala serta patah tulang paha kanan, yang memperkuat dugaan bahwa korban jatuh dari ketinggian. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi-saksi, AY diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan selama empat tahun di RSJ Sambang Lihum. Bahkan, pada waktu subuh sebelum kejadian maut tersebut, korban sempat melakukan upaya percobaan mengakhiri hidup namun berhasil digagalkan.

Setelah mempertimbangkan hasil olah TKP, hasil visum, dan rekam medis korban, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa peristiwa ini murni merupakan tindakan bunuh diri. Mengingat keterbatasan ekonomi keluarga korban, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Disperkim turut turun tangan memberikan bantuan untuk proses pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Jumat (30/1/2026).(*)

Editor : Indra Zakaria