Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Viral Tendangan Karyawan Lokal ke TKA China di Tambang PT SDE Kotabaru, Polisi Turun Tangan Redam Konflik

Redaksi Prokal • 2026-02-03 10:22:52
MEMANAS: Tangkapan Layar dari video yang diterima Radar Banjarmasin yang sempat viral di sosial media konflik di PT SDE. Foto: Tangkapan layar dari video yang tersebar.
MEMANAS: Tangkapan Layar dari video yang diterima Radar Banjarmasin yang sempat viral di sosial media konflik di PT SDE. Foto: Tangkapan layar dari video yang tersebar.

KOTABARU – Jagat maya Kalimantan Selatan, khususnya di Bumi Saijaan, mendadak gempar setelah sebuah video amatir memperlihatkan aksi fisik di area tambang PT Sumber Daya Energi (SDE) tersebar luas. Dalam rekaman singkat tersebut, seorang karyawan lokal tampak melayangkan tendangan telak ke arah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, sebuah insiden yang langsung memicu perdebatan panas mengenai isu arogansi pekerja impor.

Meskipun perselisihan tersebut dikabarkan terjadi pada Kamis (29/1) pagi, kabar ini baru meledak ke publik setelah videonya bocor melalui rantai pesan WhatsApp. Lokasi tambang yang tertutup membuat informasi sempat tersumbat hingga akhirnya memicu kemarahan netizen yang merasa harga diri pekerja lokal terusik.

Merespons potensi konflik sosial yang lebih luas, jajaran Polres Kotabaru bergerak cepat mendatangi kantor PT SDE pada Senin (2/2) siang. Mediasi ketat pun digelar di bawah pimpinan Kasat Intelkam Polres Kotabaru AKP Muhammat Hari Saputro dan Kapolsek Kelumpang Barat Iptu Hendrie Ade untuk mendinginkan suasana.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT SDE, Sambas, mengklarifikasi bahwa keributan bermula dari teguran Mr. Wu, seorang TKA China, kepada karyawan subkontraktor mengenai hasil pekerjaan yang dianggap tidak standar. Ia menduga adanya perbedaan budaya atau cara penyampaian yang kasar sebagai pemicu kesalahpahaman, meski ia menilai narasi yang berkembang di media sosial terlalu berlebihan.

Namun, pembelaan pihak manajemen ditanggapi dengan peringatan keras oleh aparat kepolisian. AKP Muhammat Hari Saputro menegaskan bahwa isu arogansi TKA adalah persoalan sensitif yang bisa memicu kerusuhan massa jika tidak dikelola secara transparan dan memiliki kekuatan hukum yang jelas.

Senada dengan itu, Kapolsek Kelumpang Barat Iptu Hendrie Ade menuntut manajemen PT SDE untuk melakukan pembinaan mental terhadap para TKA mereka. Ia menekankan pentingnya pemahaman budaya lokal dan etika dalam berkomunikasi agar kejadian serupa tidak terulang. Jangan sampai, menurutnya, harga diri pekerja lokal terinjak-injak hanya karena ketidaktahuan TKA terhadap adat istiadat setempat.

Buntut dari mediasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya dipertemukan. Mr. Wu dan Mr. Jang selaku TKA yang terlibat, bersalaman dengan Syahrul dan Uda Rianto yang melakukan aksi fisik. Mereka menandatangani kesepakatan damai di atas materai sebagai bentuk penyelesaian formal.

Meski hitam di atas putih sudah diteken dan situasi di lapangan kembali kondusif, insiden ini menjadi catatan kelam bagi PT SDE. Publik kini menanti langkah nyata perusahaan dalam membina tenaga kerja asingnya agar lebih manusiawi dalam berkomunikasi, guna memastikan surat damai tersebut bukan sekadar obat sementara bagi sentimen yang sewaktu-waktu bisa meledak kembali. (*)

Editor : Indra Zakaria