BANJARBARU – Kabar baik datang dari penanganan bencana di Kalimantan Selatan. Memasuki awal Februari 2026, kondisi banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah kini dilaporkan berangsur surut. Hingga Senin (2/2), genangan air terpantau hanya menyisakan titik-titik tertentu di dua wilayah, yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menjelaskan bahwa meski air terus menurun, masih ada beberapa kecamatan yang dalam masa pemulihan. Di Kabupaten Banjar, genangan masih tersisa di tiga kecamatan, sementara di Barito Kuala mencakup sekitar delapan kecamatan. Dampak luapan air ini sempat menyentuh ribuan jiwa, dengan rincian 4.428 orang terdampak di Kabupaten Banjar dan 24.805 orang di Barito Kuala.
Proses penyusutan air ini terbantu signifikan oleh kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir cenderung terik. Intensitas hujan yang rendah di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan menjadi faktor kunci yang mempercepat keringnya genangan di permukiman warga. Ronny berharap tren cuaca membaik ini terus bertahan agar aktivitas masyarakat di dua kabupaten tersebut bisa kembali normal sepenuhnya.
Seiring dengan meredanya banjir, gelombang pengungsi juga telah mulai meninggalkan posko-posko darurat untuk kembali ke rumah masing-masing. Fasilitas dapur umum yang sebelumnya disiagakan oleh pemerintah kini telah ditarik kembali karena kebutuhan mendesak warga mulai beralih ke masa pembersihan rumah. Namun, BPBD mencatat beberapa kelompok masyarakat masih secara swadaya mengelola posko mandiri untuk mendistribusikan logistik secara terbatas.
Meski kondisi jalan dan fasilitas umum di beberapa titik masih menyisakan genangan dangkal, secara keseluruhan situasi di Kalimantan Selatan telah melewati masa kritis. Pemerintah daerah tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi hujan susulan yang mungkin terjadi di tengah masa transisi cuaca ini. (*)
Editor : Indra Zakaria