KOTABARU – Teror serangan predator di pesisir Kabupaten Kotabaru kembali memakan korban. Kali ini, keganasan buaya muara menyasar seorang petambak bernama Saharuddin, warga RT 10 Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan. Pria tersebut nyaris meregang nyawa setelah terlibat perlawanan sengit dengan predator bergigi gergaji saat sedang beraktivitas di tambak miliknya pada Sabtu pagi lalu.
Insiden berdarah ini bermula ketika Saharuddin sedang menjalankan rutinitas hariannya mengatur sirkulasi air tambak. Saat ia sedang fokus membuka pintu air, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul ke permukaan dan langsung menyambar kaki kirinya dengan kekuatan penuh. Serangan yang terjadi sangat cepat tersebut sempat mengunci pergerakan korban, namun di tengah rasa sakit yang luar biasa, naluri bertahan hidup Saharuddin bangkit untuk melakukan perlawanan.
Melalui perjuangan yang dramatis, Saharuddin secara ajaib berhasil melepaskan diri dari rahang kuat sang predator sebelum sempat diseret ke dasar air. Dengan sisa tenaga yang ada, ia merangkak menuju pondok untuk meminta pertolongan warga sekitar. Akibat gigitan maut tersebut, korban menderita luka robek yang cukup parah dan harus segera dilarikan ke Puskesmas Pantai sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru untuk menjalani perawatan intensif.
Kepala Desa Pantai, H. Hamiansyah, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa warganya. Ia mengakui bahwa risiko serangan predator kini menjadi bayang-bayang menakutkan yang menghantui masyarakat pesisir setiap hari. Hamiansyah mengimbau agar para petambak dan warga lainnya tidak lagi beraktivitas sendirian di area rawan, mengingat predator tersebut kini sudah mulai berani masuk ke area kerja manusia.
Senada dengan hal tersebut, Camat Kelumpang Selatan, Akhmad Mawardi, mendesak adanya langkah konkret dari instansi terkait untuk menangani konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa liar ini. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dan koordinasi segera dilakukan agar ada tindakan pencegahan nyata di lapangan, sehingga kejadian serupa tidak sampai merenggut korban jiwa di masa mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria