Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Geliat Ekonomi Ramadan: Transaksi Pasar Wadai Banjarmasin Tembus Rp13,7 Miliar

Redaksi Prokal • Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:15 WIB

PASAR WADAI: Warga memadati kawasan Pasar Wadai Ramadan 2026 di Banjarmasin saat berburu takjil dan kuliner khas Banjar. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
PASAR WADAI: Warga memadati kawasan Pasar Wadai Ramadan 2026 di Banjarmasin saat berburu takjil dan kuliner khas Banjar. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN- Festival Pasar Wadai 2026 yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin mencatatkan perputaran uang yang sangat fantastis sepanjang bulan suci ini. Hingga pertengahan Maret, nilai transaksi di pusat kuliner ramadan tersebut dilaporkan telah menembus angka Rp13,7 miliar. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp12,3 miliar, sekaligus mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyatakan rasa optimistisnya bahwa total perputaran uang akan terus merangkak naik hingga penutupan resmi. Dengan antusiasme warga yang tidak surut dalam berburu takjil dan wadai khas Banjar, angka transaksi diprediksi mampu menyentuh Rp15 miliar. Lonjakan ini didorong oleh perpaduan daya tarik kuliner tradisional yang melegenda serta kehadiran menu-menu kekinian yang diminati generasi muda.

Pasar Wadai tahun ini bukan sekadar menjadi tempat berburu menu berbuka puasa, melainkan telah bertransformasi menjadi penggerak ekonomi rakyat yang nyata. Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), momentum ini menjadi ladang rezeki tahunan untuk mendongkrak omzet penjualan mereka secara drastis. Keberhasilan acara ini dinilai terletak pada kemampuannya menyatukan unsur budaya lokal, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kawasan terpadu.

Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dampak positif dari festival ini dapat memberikan keberkahan yang berkelanjutan bagi para pedagang maupun pengunjung. Sebagai tradisi yang selalu dinanti, Pasar Wadai membuktikan bahwa pelestarian nilai budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi daerah. Dengan hasil yang memuaskan ini, festival tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ikon pariwisata religi dan kuliner yang semakin profesional di masa mendatang. (*)

 

Editor : Indra Zakaria