BANJARBARU- Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah daerah di seluruh wilayah Kalimantan Selatan mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pelayan publik. Alokasi anggaran ini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga tenaga non-ASN. Dari data yang dihimpun, Kabupaten Tanah Bumbu mencatatkan diri sebagai daerah dengan gelontoran dana terbesar, sementara Kabupaten Balangan dan Hulu Sungai Utara (HSU) berada di posisi terendah.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mengonfirmasi bahwa pihaknya menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp54,3 miliar untuk membayar THR secara penuh (100 persen). Langkah ini diambil untuk meningkatkan motivasi kerja para aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Anggaran tersebut mencakup gaji pokok dan tambahan penghasilan (TPP) bagi PNS, CPNS, PPPK, hingga tambahan kesejahteraan bagi tenaga non-ASN.
Di posisi berikutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut masing-masing menyiapkan anggaran di kisaran Rp47 miliar. Menariknya, pada tahun 2026 ini, skema pemberian THR mulai menyentuh PPPK paruh waktu dengan perhitungan proporsional sesuai masa kerja. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengikuti regulasi terbaru guna memastikan seluruh elemen pendukung pemerintahan merasakan kesejahteraan menjelang lebaran.
Sementara itu, beberapa kabupaten lain di wilayah "Banua" juga telah memplot anggaran yang bervariasi. Kabupaten Tabalong mengalokasikan Rp41,2 miliar, disusul Hulu Sungai Selatan (HSS) sebesar Rp36,5 miliar, Tapin Rp33 miliar, dan Hulu Sungai Tengah (HST) sekitar Rp24 miliar. Proses pencairan di seluruh daerah ini ditargetkan rampung sebelum memasuki masa cuti bersama Idulfitri agar dapat segera dimanfaatkan oleh para pegawai.
Dua daerah dengan alokasi anggaran THR terendah dalam daftar ini adalah Kabupaten Balangan dan Hulu Sungai Utara (HSU), yang masing-masing menganggarkan dana sekitar Rp20,2 miliar dan Rp20 miliar. Meski secara angka nominal lebih kecil dibandingkan Tanah Bumbu, dana tersebut tetap dialokasikan secara merata untuk ribuan personel PNS dan PPPK di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah berharap perputaran uang dari THR ini dapat turut menggerakkan ekonomi lokal di pasar-pasar tradisional menjelang hari kemenangan.(*)
Editor : Indra Zakaria