Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Akses Terbuka Kembali: Jalur Alternatif Batulicin–Kandangan Normal Pasca-Terjang Terjang Longsor

Redaksi Prokal • Minggu, 29 Maret 2026 - 19:10 WIB

Alat berat membersihkan material longsor yang menutup jalur alternatif Batulicin–Kandangan di kawasan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu. (PKJR Tanah Bumbu)
Alat berat membersihkan material longsor yang menutup jalur alternatif Batulicin–Kandangan di kawasan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu. (PKJR Tanah Bumbu)

BATULICIN – Kelancaran urat nadi transportasi yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Hulu Sungai Selatan kini telah pulih sepenuhnya. Jalur alternatif Batulicin–Kandangan yang sempat lumpuh total akibat terjangan longsor dilaporkan telah kembali normal pada Ahad (29/3/2026). Kendaraan dari kedua arah kini dapat melintas tanpa hambatan setelah material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan berhasil dievakuasi.

Petaka longsor ini sebelumnya dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur kawasan perbukitan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe. Akibatnya, material tebing runtuh dan menutup akses utama di dua titik krusial, yakni KM 64 dan KM 66. Kondisi tersebut sempat memutus mobilitas warga serta menghambat distribusi logistik antar-kabupaten sepanjang hari Sabtu kemarin.

Keberhasilan pembukaan jalur ini merupakan buah dari kerja cepat tim gabungan yang dikerahkan ke lokasi bencana. Sejak Sabtu pagi, petugas telah berjibaku mengerahkan alat berat untuk membersihkan sisa-sisa material longsor yang cukup tebal. Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin, mengonfirmasi bahwa berkat koordinasi yang solid di lapangan, arus lalu lintas sudah bisa dinyatakan lancar sepenuhnya tepat pada pukul 11.40 Wita.

Selain fokus pada pembersihan jalan, personel kepolisian juga tetap disiagakan untuk mengatur lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan yang sempat mengular. Upaya ini dilakukan untuk memastikan transisi arus kendaraan berjalan tertib pasca-pembukaan akses jalan yang tertutup.

Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang masih akan menghantui wilayah Tanah Bumbu hingga akhir Maret 2026. Kondisi tanah yang mulai jenuh air di kawasan perbukitan membuat lereng-lereng di sepanjang jalur Mantewe sangat rentan terhadap longsor susulan, terutama jika kembali disertai kilat dan angin kencang.

Pihak kepolisian pun mengeluarkan imbauan tegas bagi para pengguna jalan agar tetap ekstra waspada, terutama saat melintas di waktu hujan atau malam hari. Mengingat kondisi lereng yang masih labil, pengendara diminta untuk selalu memantau situasi sekitar demi menjaga keselamatan bersama selama menempuh perjalanan di jalur perbukitan yang rawan tersebut. (*)

 

Editor : Indra Zakaria