PALANGKA RAYA-Temuan benda kuno berbentuk kuda mini berwarna kekuningan menghebohkan warga dan jagat maya. Penemuanya adalah seorang nelayan Muhammad Yusuf. Benda kuno diduga penilanggal sejarah itu didapatnya saat menjala ikan di Sungai Kahayan, tidak jauh dari jembatan Kahayan pada Minggu malam (27/10).
Malam itu, M Yusuf pergi seorang diri mencari ikan. Ia berangkat sekitar pukul 18.00 WIB. Dimana saat itu, pergi mencari ikan di sungai di bawah Jembatan Kahayan.
"Sejak Minggu petang, saya pergi mencari ikan di bawah Jembatan Kahayan bagian Hulu, saya berharap mendapatkan ikan. Tau-taunya malah patung ini yang sangkut di jala," katanya saat berbincang dengan Kalteng Pos, Selasa (29/10).
Pria 33 tahun itu tidak pernah merasakan firasat apapun mengenai benda patung berbentuk kuda itu. Semua nampak seperti biasa, pasalnya tempat tersebut memang kerap dijadikan nelayan untuk mencari ikan.
"Enggak pernah saya mendapatkan mimpi atau firasat apapun. Seperti biasanya saja saya pergi mencari ikan. Awalnya saya kira itu kayu yang sangkut dijala, karena biasanya sering kayu kayu yang larut nyangkut dijala. Tapi sewaktu saya angkat jala ternyata patung berbentuk kuda," beber warga Gang Kenanga Jalan Kalimantan, Palangka Raya itu.
Pantau awak media Kalteng Pos, saat ini patung tersebut telah disimpan didalam kamar milik Yusuf. Dimana di sekitar patung tersebut dikeliling sesajen seperti kopi hitam, beras, kelapa, uang logam, beberapa pucuk rokok serta dupa yang dibakar.
Dijelaskannya, sewaktu mendapatkan patung tersebut. Awalnya patung tersebut tidak berwarna kuning keemasan sebagaimana benda yang terbuat dari bahan kuningan.
"Awalnya patung itu tidak berwarna keemasan seperti ini, saat pertama kali ditemukan warnanya hitam seperti berkarat, namun saat dibersihkan baru terlihat warna aslinya," tukasnya.
"Saat ditimbang, berat patung ini mencapai 5 kilogram. Sebagian warga menyebutkan patung ini merupakan benda peninggalan sejarah," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudbar) Kota Palangka Raya, Norma Hikmah mengatakan, dirinya sudah mendatangi kerumah penemu patung berbentuk kuda yang saat ini sedang viral.
"Kami sudah melakukan peninjauan kesana, namun kami tidak bisa memastikan apakah benda tersebut merupakan peninggalan sejarah atau bukan. Karena itu harus melalui ahli dibidang arkeolog," ucapnya.
Kemudian Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Guntur Talajan mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah benda yang ditemukan seorang nelayan tersebut merupakan benda peninggalan sejarah. “Kami belum bisa memastikan, akan kami cek terlebih dahulu apakah benda tersebut merupakan benda peninggalan sejarah atau bukan,” pungkasnya. (*oiq/ala)
Editor : izak-Indra Zakaria