SUKAMARA - Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Sukamara sejak akhir tahun 2019. Hujan deras disertai angin kencang dan petir, terus terjadi hampir setiap hari. Bahkan, seorang peserta didik SMK diketahui menjadi korban akibat tersambar petir saat hujan melanda Kabupaten Sukamara pada 30 Desember lalu.
BMKG Stasiun Meteorologi (Stadmet) Kelas III Iskandar Kotawaringin Barat (Kobar) mempredikisi, sepanjang Januari ini, hujan masih akan terus terjadi di beberapa wilayah di antaranya Kabupaten Sukamara.
“Berdasarkan hasil pantauan cuaca, sejumlah wilayah di antaranya Kabupaten Sukamara masih berpotensi terjadi hujan pada awal tahun ini,” ujar Kepala BMKG Stadmet Iskandar Slamet Riyadi kepada Kalteng Pos, belum lama ini.
BMKG menyebut, hujan dengan intensitas rendah hingga sedang diprediksi akan terjadi di Sukamara sepanjang bulan Januari hingga Februari, baru kemudian trendnya cenderung menurun sampai dengan pertengahan Maret 2020 mendatang.
Kondisi ini diperkirakan terjadi merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukamara. Mulai dari wilayah dalam kota Kecamatan Sukamara, hingga ke wilayah pesisir pantai Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai. “Untuk up date informasi perubahan cuaca, kami akan sampaikan terus kepada masyarakat baik melalui imbauan, radio, ataupun media sosial serta website resmi milik BMKG,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para nelayan yang ingin pergi melaut agar terus mengedepankan keselamatan dalam berlayar, dengan mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di laut dan berpedoman pada peringatan dini cuaca yang dirilis oleh BMKG.
“Kepada para nelayan, agar terus mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tinggi degan tetap mengutamakan keselamatan dan berpedoman pada peringatan dini cuaca yang dirilis oleh BMKG, serta terus berkoordinasi bersama dengan petugas seperti KSOP,” pungkasnya. (lan/ami/nto)
Editor : izak-Indra Zakaria