Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kalteng Dikepung Cuaca Ekstrem, BMKG Warning Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

Redaksi Prokal • 2026-02-04 09:45:00
Awan hitam di atas langit Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menandakan akan terjadi hujan lebat beserta penyerta cuaca lainnya. (Oes/ Radar Sampit)
Awan hitam di atas langit Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menandakan akan terjadi hujan lebat beserta penyerta cuaca lainnya. (Oes/ Radar Sampit)

 

SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah pada Selasa, 3 Februari 2026. Berdasarkan pantauan radar pukul 14.14 WIB, sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah terdeteksi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Hujan lebat diprakirakan mulai mengguyur sejak pukul 14.25 WIB dengan titik awal di beberapa lokasi strategis, termasuk Mentaya Hilir Utara di Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain itu, kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Kapuas Barat, Kapuas Murung, Hanau, Seruyan Raya, Kahayan Hilir, hingga Kecamatan Pahandut di Kota Palangkaraya.

BMKG memperingatkan bahwa kondisi cuaca buruk ini memiliki potensi meluas ke area yang lebih luas di Kalimantan Tengah. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, wilayah terdampak diperkirakan merembet ke Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, hingga Mentawa Baru Ketapang. Wilayah lain seperti Teluk Sampit, Seranau, dan beberapa kecamatan lainnya juga masuk dalam zona waspada. Secara umum, potensi cuaca ekstrem ini mencakup hampir seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah, mulai dari Kotawaringin Barat hingga Murung Raya dan seluruh wilayah Palangkaraya.

Kondisi hujan disertai petir dan angin kencang ini diperkirakan akan berlangsung hingga sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Atas dasar tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengendara dan warga yang beraktivitas di ruang terbuka. Masyarakat juga diminta mewaspadai dampak sekunder seperti genangan air, potensi banjir, serta ancaman pohon tumbang akibat angin kencang. Pihak otoritas menekankan pentingnya menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk melanda dan selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini. (oes)

Editor : Indra Zakaria