PALANGKA RAYA – Geliat arus mudik Lebaran 2026 mulai mewarnai suasana di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Ribuan calon penumpang mulai memadati terminal keberangkatan untuk pulang ke kampung halaman lebih awal. Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, memprediksi titik jenuh kepadatan penumpang di bandara kebanggaan warga Kalteng ini akan mencapai puncaknya pada pertengahan pekan, tepatnya 18 hingga 19 Maret 2026.
Saat meninjau aktivitas bandara, Gubernur Agustiar berpesan agar warga tidak hanya fokus pada tiket perjalanan, tetapi juga waspada terhadap keamanan hunian yang ditinggalkan. Ia mengimbau pemudik untuk memastikan rumah dalam kondisi terkunci rapat dan tidak ragu melapor ke pihak kepolisian jika memiliki barang berharga yang butuh pengawasan ekstra.
“Mungkin perkiraannya sekitar tanggal 18 sampai 19, itu kemungkinan menjadi puncaknya. Kalau ada barang-barang berharga di rumah, bisa dititipkan atau dilaporkan kepada pihak kepolisian agar ikut dipantau keamanannya,” ujar Agustiar.
Kenaikan jumlah penumpang ini juga dikonfirmasi oleh General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan. Menurutnya, jika pada hari normal bandara melayani sekitar 2.000 hingga 2.200 orang, kini angka tersebut sudah merangkak naik hingga menyentuh 2.500 penumpang per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan yang diperkirakan bisa menembus 4.100 penumpang dalam satu hari pada puncak mudik nanti, sejumlah maskapai telah menyiapkan langkah strategis. Salah satunya adalah Batik Air yang membuka penerbangan tambahan (extra flight) khusus rute Jakarta untuk periode 13 hingga 19 Maret.
Sejauh ini, Jakarta dan Surabaya masih menjadi rute paling favorit para pemudik, disusul destinasi lain seperti Semarang dan Yogyakarta. Meski tren awal tahun ini sedikit lebih rendah sekitar lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu, otoritas bandara tetap optimis jumlah penumpang akan melonjak tajam saat memasuki H-2 Lebaran.
Pihak bandara juga menitipkan sejumlah pesan penting bagi para calon penumpang agar perjalanan tetap lancar, mulai dari menjaga kondisi fisik tetap prima hingga menghindari membawa barang bawaan yang berlebihan agar proses check-in tidak terhambat.
“Kami mengimbau penumpang menjaga kesehatan, tidak membawa barang terlalu banyak, dan membeli tiket melalui agen resmi. Yang paling penting tetap berdoa agar selamat sampai tujuan,” tutup Made Darmawan.(*)
Editor : Indra Zakaria