Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Arus Balik di Pelabuhan Kumai Masih Sepi, Lonjakan Penumpang Diprediksi Mulai H+5

Redaksi Prokal • Rabu, 25 Maret 2026 - 20:45 WIB

Aktivitas kapal penumpang di Pelabuhan Panglima Utar, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu (10/1/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
Aktivitas kapal penumpang di Pelabuhan Panglima Utar, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu (10/1/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PANGKALAN BUN – Hingga hari keempat Idulfitri 1447 Hijriah, suasana di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, terpantau masih lengang dari aktivitas arus balik. Berdasarkan pantauan di lapangan, belum terlihat adanya pergerakan signifikan penumpang yang tiba dari luar daerah. Kondisi ini diperkirakan akan segera berubah dalam waktu dekat, seiring dengan berakhirnya masa libur lebaran bagi para pemudik yang merayakan hari raya di kampung halaman.

Kepala PT Pelni (Persero) Cabang Pangkalan Bun, Andri Yudha Prawira, menjelaskan bahwa pergerakan arus balik diprediksi baru akan mulai tampak pada Kamis (26/3) atau memasuki H+5 Lebaran. Fokus kedatangan penumpang diperkirakan berasal dari dua pintu keberangkatan utama, yakni Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang. Mengantisipasi hal tersebut, PT Pelni telah menyiagakan empat armada kapal andalannya, yakni KM Kalimutu, KM Lawit, KM Awu, dan KM Kelimutu, untuk melayani rute menuju Kumai.

Estimasi jumlah penumpang yang akan masuk melalui Pelabuhan Panglima Utar selama periode arus balik ini diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang. Angka ini menjadi perhatian serius bagi otoritas pelabuhan, mengingat pada masa arus mudik sebelumnya (H-15), tercatat sebanyak 16.836 orang telah diberangkatkan melalui kapal Pelni. Mengingat tingginya angka tersebut, koordinasi lintas sektoral antara PT Pelni, KSOP, Pelindo, serta dukungan pengamanan dari Lanal Kumai terus diperkuat guna menjamin kelancaran proses debarkasi.

Sejumlah langkah antisipatif pun telah dimatangkan, mulai dari penambahan personel di pintu keluar hingga pengaturan alur penjemputan untuk mengurai potensi kepadatan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti posko kesehatan hasil kerja sama dengan KKP juga telah disiapkan bagi penumpang yang mungkin mengalami kelelahan selama perjalanan laut. Dengan periode angkutan Lebaran yang masih berlangsung hingga 6 April 2026, seluruh petugas di lapangan tetap dalam posisi siaga untuk memastikan pelayanan tetap optimal bagi ribuan masyarakat yang kembali ke Kotawaringin Barat. (*)

Editor : Indra Zakaria